Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Page 53

ini dapat menerangi penalaran filosofis seseorang dan merupakan sumber inspirasi bagi dimensi kreatifnya. Inilah konsepsi tentang mengenai alam sebagai sesuatu yang harus dipercayai, yakni alam luar (burung, tawon, bunga, gunung dan awan), dan alam dalam (alam manusia). Alam kadang-kadang memberikan peringatan keras, namun itulah resiko yang harus diterima, resiko kehidupan. Lalu apa alternatifnya? Anda mungkin berkata, “saya tidak percaya sama sekali pada alam. Alam harus diwaspadai”. Akibatnya terciptalah keadaan yang totaliter, di mana setiap orang adalah polisi bagi orang lain, dan melaporkan mereka kepada penguasa. Ketika Anda sudah tidak dapat mempercayai motivasi-motivasi Anda sendiri, itulah saatnya Anda harus mendatangi ahli psikoanalisis untuk memastikan bahwa pikiran Anda tidak dijejali oleh ide-ide yang berbahaya atau aneh. Anda mengutarakan semua pikiran aneh kepada psikolog tersebut dan Anda akan mencatat dan melaporkannya kepada pemerintah. Setiap orang dalam keadaan semacam itu sibuk mencatat segala sesuatu, sehingga jauh lebih penting mencatat apa yang terjadi dari pada mengalami kejadian apa adanya. Orang China menganggap bahwa alam tak bertujuan (purposelessness). Kendati demikian, ketika kita mengatakan sesuatu sebagai tak bertujuan berarti merendahkan maknanya. Bagi kita tak bertujuan berarti tidak bermasa depan, atau hanyut. Sebaliknya penganut Taoisme di China justru memuliakan tak bertujuan, seperti ombak yang menerpa pantai terusmenerus selamanya tanpa makna. Ketika penganut Taoisme mengatakan bahwa alam tak bertujuan, ungkapan ini adalah pujian. Ungkapan ini mirip sekali dengan kata yugen dalam bahasa Jepang. Orang Jepang menjelaskan yugen dengan mengibaratkannya seperti mengawasi angsa liar yang terbang dan lenyap di balik awan seperti mengawasi sebuah kapal yang menghilang di balik pulaupulau yang jauh. Tidak pernahkah Anda melakukanya? tidak pernahkah Anda pergi berjalan tanpa tujuan tertentu? Anda berjalan sambil membawa tongkat, kadangkadang memukul tanggul pohon yang sudah tua namun terus berjalan dan terdiam kebingungan. Itulah saatnya Anda benar-benar menjadi manusia yang rasional yakni Anda sudah mempelajari “tak bertujuan”. Untuk hidup kita harus mempunyai keyakinan. Kita harus mempercayakan diri kita pada yang tak diketahui dan pada alam yang tak mempunyai “bos”. “Bos” adalah bagian dari sebuah ketidakpercayaan dan itulah sebabnya mengapa Tao, sebagaimana yang diajarkan Laotzu mencintai dan menyuburkan segalanya namun tidak menguasainya. Apa yang dimaksud dengan kata “Aku“ merupakan suatu kata yang selalu ada unsur misteri dalam pertanyaan siapakah kita. Kata aku merupakan sebagai konsep diri sebagai ego yang terbungkus kulit. Dalam kehidupan sehari-hari kita terbiasa mengatakan, “aku adalah tubuhku” atau “aku mempunyai tubuh”. Kita tidak mengatakan, “aku mendenyutkan jantungku”. Sebagaimana kita mengatakan, “aku berjalan, aku berpikir, aku berbicara, dengan kata lain kita tidak menganggap “aku, diriku” identik dengan keseluruhan organisme fisik kita. Kita menganggap “aku” sebagai sesuatu yang berada di dalam organisme fisik sementara sebagaian orang barat menempatkan ego mereka dalam pikiran. Dalam sejarah filsafat ada tiga teori yang dominan mengenai alam. Teori pertama adalah teori barat yang berpendapat bahwa alam adalah mesin atau artefak yakni alam di bangun oleh sang konstruktor, sang arsitek, yakni Tuhan. Teori kedua tentang alam adalah teori Hindia Timur yang mengatakan bahwa alam adalah drama. Dasar dari pemikiran Hindu adalah ide bahwa dunia adalah maya. Maya dapat berarti sihir, ilusi, seni dan sandiwara. Dunia menurut pandangan ini hanyalah satu tahap. Dalam pandangan Hindu tentang alam disebut brahmana atau atman, yaitu ada. Teori ketiga mengenai alam yang berasal dari China. Kata alam dalam bahasa China adalah Tzujan yang berarti “dengan sendirinya” atau “terjadi dengan sendirinya”. Dalam pemikiran China yang mengatakan alam terjadi dengan sendirinya dihubungkan dengan biologi. Sebagai contoh rambut kita tumbuh dengan sendirinya, kita tidak perlu memikirkan bagaimana menumbuhkannya. Inilah yang dimaksud orang China dengan alam. Prinsip yang lebih besar tentang alam disebut Tao yang berarti gerak alam. Dalam filsafat China tentang alam, alam tidak mempunyai “bos”. Tidak ada prinsip yang memaksa bendabenda untuk berlaku seperti yang dijalaninya sehingga inilah teori mengenai alam yang sungguhsungguh demokratis.©Mayor Laut (KH) Dr. Yusnaldi, M.Pd. Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 53