Media BPP April 2016 Vol 1 No 1 | Page 22

LAPORAN KHUSUS

RAKORNAS KELITBANGAN 2016

PERAN BPP DALAM PEMANFAATAN INOVASI DAERAH DAN POTENSI KEMARITIMAN

KUPANG – Bagaikan lautan batik, beragam pejabat dan peneliti daerah dari Sabang sampai Merauke berkumpul di Auditorium Hotel Aston, Kupang, NTT. Rapat Koordinasi Nasional( Rakornas) Kelitbangan
Badan Penelitian dan Pengembangan( BPP) yang berlangsung selama tiga hari( 14-16 Maret 2016) itu mendapatkan sambutan antusias dari peserta. Plt. Kepala BPP Kemendagri, Domoe Abdie, mengatakan, tujuan diadakan Rakornas Kelitbangan 2016 ini adalah agar terwujudnya kesepakatan strategis kinerja BPP.
“ Tujuan Rakornas ini adalah terwujudnya sinergitas lembaga kelitbangan yang kita harapkan terus menerus dari dampak inovasi kebijakan pemerintahan nasional dan pemerintah daerah,” katanya.
Dalam sambutan yang ia bawakan serentak sebagai simbol dibukanya Rakornas Kelitbangan 2016 itu, Domoe berpesan kepada seluruh peserta agar bersinergi dengan kebijakan di daerah sampai dengan perdesaan, sebagaimana agenda Nawacita yang saat ini dalam poros pembangunan nasional dan daerah.“ Melalui Rakornas Kelitbangan ini, diharapkan melahirkan kesepakatan strategis terkait inovasi daerah, yang pada hakikatnya masih berserakan. Baik di tataran birokrasi, masyarakat maupun di lingkungan swasta,” tambahnya.
NTT sebagai tuan rumah
Sebagai tuan rumah Rakornas kali ini, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, sangat senang dan berterima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan BPP.“ Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, saya berterima kasih banyak kepada Mendagri dan BPP yang telah memperkenalkan secara luas NTT kepada seluruh peserta. Saya mengucapkan selamat datang kepada semua peserta, ternyata masih ada Kupang di sini,” candanya.
Domoe Abdie Plt. Kepala BPP Kemendagri
Menurutnya, keberadaan BPP sangat penting untuk menunjang kemajuan pemerintahan dalam negeri. Terutama tema Rakornas Kelitbangan kali ini yang mengangkat tema Kemaritiman. Baginya, NTT sangat cocok dengan tema kemaritiman. Laut NTT lebih luas dari luas daratannya.
20 VOLUME 1 NO. 1 | APRIL 2016