Media BPP April 2016 Vol 1 No 1 | Page 18

di depan atau di belakang seperti e-Journal Kimia, e-Journal Matematika, padahal e-journal hanyalah format media dari cetak ke elektronik sehingga tidak perlu disebutkan kata tersebut jadi antara nama jurnal cetak dan elektronik harusnya tidak beda yang membedakan hanya ISSN saja.
Lebih lanjut kata Evvy, dalam hal mitra bestari, keterlibatan mitra bestari yang berasal dari luar instansi berdasarkan bidang keilmuan sangat minim. Ia berharap pengelola jurnal mulai mengundang mitra bestari dari luar instansinya sehingga dapat meningkatkan kualitas artikel yang diterbitkan.
Selain itu, dari sisi mutu penyuntingan, misalnya, sebagian besar pengelola jurnal tidak mengarsipkan setiap tahapan hasil penyuntingan sebagai bagian komunikasi antara mitra bestari, editor, dan penulis.
Menjadi jurnal bereputasi internasional adalah sebuah kebanggaan bagi pengelola jurnal. Keberhasilan tersebut tidak akan bisa ditempuh tanpa beberapa proses yang harus ditempuh dan sudah menjadi pedoman baku. Beberapa langkah tersebut di antaranya, menggunakan aplikasi e-journal sesuai standar penerbitan jurnal seperti( Open Journal System) OJS, melengkapi kebijakan ruang lingkup jurnal dan publication ethics.
Selain itu wajib memiliki nomor e-ISSN, melengkapi back issue( terbitan lama), mencantumkan alamat manajemen pengelola secara lengkap, mencantumkan editorial board beserta identitasnya termasuk di dalamnya sitasi dari editor pengelola jurnal, memasukkan pedoman penulisan dan templatenya serta penggunaan aplikasi referensi, menyediakan pedoman untuk editor, mitra bestari, penulis
“ Bahkan catatan dari mitra bestari sebagian besar tidak memberikan komentar terhadap substansi, oleh karena itu perlu diupayakan untuk memberikan pelatihan kepada mitra bestari atau memberikan check list apa saja point yang harus diperiksa,” kata Evvy.
Di sisi lain, para pengelola jurnal yang sudah memiliki Open Journal System( OJS) yang ada saat ini, belum sepenuhnya menjalankan bisnis proses penerbitan secara online dari mulai proses pengiriman naskah, penyuntingan, penelaahan( review) hingga penerbitan. dan pembaca, secara singkat, padat, dan mudah dimengerti, melengkapi setiap fitur yang ada, seperti statistik akses, hits / jumlah kunjungan unik, mendaftarkan DOI ke Crossreff, dan mengaplikasikan ke setiap artikel, mendaftarkan ke lembaga pengindeks umum seperti ISJD, Google Scholar, DOAJ, dan pengindeks khusus bidang, serta menampilkan lembaga yang sudah mengindeks dalam situsnya.
“ Seperti yang sudah saya katakan adalah menjalankan bisnis proses secara online, karena itu yang menjadi penilaian utama akreditasi, serta menyiapkan profil Google Scholar untuk setiap jurnal,” kata Tinton ketika di temui di Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik – LIPI, Bandung, beberapa waktu lalu.( MSR)
16 VOLUME 1 NO. 1 | APRIL 2016