Majalah Cakrawala Edisi 425 Tahun 2015 25 | Page 58
opini
58
f. Novelty. Adanya hal-hal baru dalam kehidupan manusia,
seperti penemuan baru, pengetahuan baru, dan lainnya.
g. Unik. Maksudnya sesuatu yang berbeda dari biasanya,
menyentuh rasa, langka, dan lainnya.
h. Spektakuler. Yaitu segala sesuatu yang “paling” atau “ter”,
misalnya sesuatu yang “terbesar”, “terbaik”, dan sebagainya.
Memahami Taktik dan Strategi Media Massa dalam
Mencari Berita
Untuk memperoleh berita – dengan kata lain untuk
memperoleh informasi dan data agar dapat disusun menjadi
sebuah berita – berbagai strategi dan taktik dibuat oleh
media. Media massa dapat menyorot
tentang keberadaan TNI AL, mulai
masalah perilaku negatif prajurit di
lingkungan masyarakat sekitar, sampai
aktivitas kegiatan operasi dan latihan
yang dilaksanakan. Hal ini disebabkan
adanya perlindungan dari UndangUndang Nomor 40 Tahun 1999 tentang
Pers, bagi wartawan untuk menjalankan
profesinya. (Pasal 4 ayat (3): “Untuk
menjamin kemerdekaan pers, pers
nasional mempunyai hak mencari,
memperoleh, dan menyebarluaskan
gagasan dan informasi”, Pasal 8: “Dalam
melaksanakan profesinya wartawan
mendapat perlindungan hukum”.
Media bisa saja menjadikan tukang
sapu hingga sopir sebagai informan
Wawancara sebagai penyampaian informasi kebijakan TNI
untuk mendapatkan sumber berita.
Angkatan Laut.
Taktik lain yang dipergunakan adalah
taktik bak seorang intelijen menyelidiki
e.
Taktik “Bermain Kata-Kata”. Maksudnya media
buruan. Beberapa nama taktik yang
menggunakan kata-kata sebagai cara untuk mengecoh sasaran.
digunakan adalah:
a. Taktik “Memancing Harimau Turun Gunung”. Ini Contoh: macet di Jakarta itu “biasa”. Mungkin karena sudah
dilakukan dengan mewawancarai satu tokoh kontroversial biasa, wartawan akan menilai, bahwa Pemda DKI sudah mati
tertentu. Tujuannya adalah memancing tokoh yang menjadi rasa dan menganggap sepele soal kemacetan di Jakarta.
Untuk memperoleh informasi, wartawan akan mendatangi
target utamanya keluar dan berkomentar setelah itu.
b. Taktik “Pinjam Tangan”. Yakni dengan menulis berita TKP dan akan mengkorfirmasi berbagai kepada beberapa
komentar si A sebagai narasumber, padahal si A ini adalah saksi yang mengetahui peristiwa, atau yang dianggap sebagai
teman satu grup wartawan tadi yang sebelumnya sudah narasumber yang terpercaya. Pendapat mereka inilah yang
akan menjadi bahan berita. Bila kita yang memiliki kewenangan
mengetahui adanya suatu peristiwa.
dan kapabilitas dalam menjawab atau menjelaskan menolak
c. Taktik “Balon Gas”. Mumbul, naik, dan tembak.
dimintai keterangan, wartawan dapat saja mencari sumber
Maksudnya timbulkan dulu, wartawan sengaja melemparkan
berita lain yang belum tentu memiliki kapabilitas untuk
isu-isu apa saja. Tujuannya memancing reaksi. Bila reaksi itu
mengupas masalah yang dicarinya. Sang wartawan bisa saja
tepat seperti yang mereka skenariokan, maka jadilah berita.
melakukan konfirmasi yang salah alamat, sehingga berita yang
d. Taktik “Ceker Ayam”. Maksudnya berbicara berbagai keluar akan bias dan dapat merugikan kita.
macam masalah sampai masalah itu keluar dengan sendirinya
Cara berpikir orang media massa tidak sama dengan
dari mulut kita. Untuk mengorek informasi lebih jauh di
cara berpikir kita. Media massa/pers berpikir atas dasar
sini wartawan berpura-pura tidak tahu tentang masalah yang
kepentingan masyarakat kebanyakan yang dirugikan karena
terjadi. Kita menjadi asyik bercerita, tanpa disadari informasi
ketidakmampuan atau karena ketidakberdayaannya melawan
rahasia itu keluar.