Laku Lampah Desember. 2016 | Page 61

“Oke kang, saya ambil pekerjaan itu, karena saya rasa saya yang paling pantas.” Aku berbicara dengan lantang dan tegas. “Oke Mad, besuk saya tunggu kamu di kantor.” Kang Dodit berdiri dari kursinya dan segera pamit karena ada suatu proyek yang harus ia kerjakan. Setelah semalaman aku mempersiapkan berkas yang diminta Kang Dodit, pagi akhirnya menjelang. “Tok … tok … tok … selamat pagi, ini dari kantor pos.” 54