“Oke kang, saya ambil pekerjaan
itu, karena saya rasa saya yang paling
pantas.” Aku berbicara dengan lantang
dan tegas.
“Oke Mad, besuk saya tunggu kamu
di
kantor.”
Kang
Dodit
berdiri
dari
kursinya dan segera pamit karena ada
suatu proyek yang harus ia kerjakan.
Setelah
semalaman
aku
mempersiapkan berkas yang diminta Kang
Dodit, pagi akhirnya menjelang.
“Tok … tok … tok … selamat pagi,
ini dari kantor pos.”
54