Laku Lampah Desember. 2016 | Página 60

“Gimana, Mad?” Kang Dodit yang lebih pantas di panggil “pak” ini menghancurkan lamunanku. “Besuk saya ke kantor, bawa syarat yang dibutuhkan. Tapi kang, cek semua draft pendaftaran dulu. Kalo ada yang lebih baik dari saya, mending masukkan dia saja, kang.” “Mad, kamu ini kok rendah diri sekali.” Dengan nada meremehkan, ayah meruntuhkan benteng pertahanan dan prinsipku untuk mencari kerja mandiri. 53