“Gimana, Mad?” Kang Dodit yang
lebih
pantas
di
panggil
“pak”
ini
menghancurkan lamunanku.
“Besuk saya ke kantor, bawa syarat
yang dibutuhkan. Tapi kang, cek semua
draft pendaftaran dulu. Kalo ada yang
lebih baik dari saya, mending masukkan
dia saja, kang.”
“Mad, kamu ini kok rendah diri
sekali.” Dengan nada meremehkan, ayah
meruntuhkan
benteng
pertahanan
dan
prinsipku untuk mencari kerja mandiri.
53