“Ini Ahmad, Dit. Anak yang sering
ku ceritakan itu.”
“Kang
…
!”
aku
menjabat
tangannya
“Waah,
selain
pintar,
gagah
dan
ganteng juga anakmu, Jon.”
Mendengar
pujiannya,
aku
justru
merasa geli. Tapi tak apa, mungkin itu
caranya untuk memulai perkenalan.
“Jadi
gimana
ini
posisi
Ahmad,
Dit.”
“Itu gampang. Besuk Ahmad suruh
persiapkan semua berkasnya. Ya, ijazah
47