Laku Lampah Desember. 2016 | Page 54

“Ini Ahmad, Dit. Anak yang sering ku ceritakan itu.” “Kang … !” aku menjabat tangannya “Waah, selain pintar, gagah dan ganteng juga anakmu, Jon.” Mendengar pujiannya, aku justru merasa geli. Tapi tak apa, mungkin itu caranya untuk memulai perkenalan. “Jadi gimana ini posisi Ahmad, Dit.” “Itu gampang. Besuk Ahmad suruh persiapkan semua berkasnya. Ya, ijazah 47