Nanti sepulang mengantar Lestari, aku
jemput
ayah,
ibu,
dan
kakakku
yang
masih berada di tempat makan tersebut.
“Dik…?”
“Gimana mas?”
“Maafkan atas sikap keluargaku ya?
Tapi aku yakin mereka bisa menerima
kamu.”
Kami
memulai
percakapan
di
tengah perjalanan menuju kostnya.
“Mungkin
kita
memang
belum
berjodoh, Mas. Turuti saja keluargamu.
Saya memang bukan dari keluarga yang
terpandang kok, Mas. Yang terpenting
39