Laku Lampah Desember. 2016 | Page 46

Nanti sepulang mengantar Lestari, aku jemput ayah, ibu, dan kakakku yang masih berada di tempat makan tersebut. “Dik…?” “Gimana mas?” “Maafkan atas sikap keluargaku ya? Tapi aku yakin mereka bisa menerima kamu.” Kami memulai percakapan di tengah perjalanan menuju kostnya. “Mungkin kita memang belum berjodoh, Mas. Turuti saja keluargamu. Saya memang bukan dari keluarga yang terpandang kok, Mas. Yang terpenting 39