yaa. See you on top.” Lestari berkata
sambil mengepalkan tangan kanannya di
tangan kiriku.
“Lalu?” tanyaku
“Kita menikah? Hahaha”
“Tidak!” jawabku tegas.
Lestari terdiam dan terukir ekspresi
kecewa dalam raut wajahnya yang manis
setelah aku mengeluarkan satu kata itu.
Semanis gula yang masih hangat dan baru
dikeluarkan dari pabriknya.
“Tentu
aku
akan
melamarmu
terlebih dahulu. Mengatakan pada mamak
29