semacamnya.” Lestari bercerita dengan
sendu
“Semua pekerjaan berat, dik. Yang
terpenting,
prinsip
dan
keyakinanmu
untuk bekerja dengan (bersih). Bukankah
itu yang sering kamu katakan padaku?”
aku meyakinkannya, meskipun aku sendiri
tidak
bisa
meyakinkan
diriku
karena
Lestari sudah tidak bisa menemani pergi
ke perpustakaan lagi. Yaa, mulai hidup
berkencan dengan buku saja.
“Baiklah, Mad, Akan kucoba. Kamu
cepat urus skripsi dan menyusulku lulus
28