J. E. N. I.
}
/* initialization */ frame = new JFrame(" My First Swing Application "); panel = new JPanel(); textField = new JTextField(" Default text "); button = new JButton(" Click me!"); contentPane = frame. getContentPane(); /* add components to panel – uses FlowLayout by default */ panel. add( textField); panel. add( button); /* add components to contentPane – uses BorderLayout */ contentPane. add( panel, BorderLayout. CENTER); frame. pack(); // causes size of frame to be based on the components frame. setVisible( true);
} public static void main( String args []) { SwingDemo sd = new SwingDemo(); sd. launchFrame();
}
Perlu diperhatikan pada package java. awt masih saja diimpor karena layout manager yang digunakan terdapat pada package tersebut. Juga, memberi judul pada frame dan mengepack komponen di dalam frame dapat juga dilakukan untuk frame AWT.
Petunjuk penulisan program:
Perhatikan penulisan kode yang digunakan pada contoh ini tampak berlawanan dengan contoh untuk AWT. Komponen dideklarasikan sebagai fields, metode launchFrame ditentukan, dinisialisasikan dan penambahan semua komponen dilaksanakan di dalam metode launchFrame. Kita tidak lagi meng-extend Frame class. Keuntungan penggunaan gaya ini akan lebih berguna ketika sampai pada event handling.
Berikut adalah keluaran dari program diatas.
Gambar 1.4.2: Hasil contoh program
7.5.3 Contoh JOptionPane
import javax. swing.*;
class JOptionPaneDemo { JOptionPane optionPane; void launchFrame() { optionPane = new JOptionPane(); String name = optionPane. showInputDialog(" Hi, what ' s your name?"); optionPane. showMessageDialog( null, " Nice to meet you, " + name + ".", " Greeting...", optionPane. PLAIN _ MESSAGE);
Pengenalan Pemrograman 2 13