J. E. N. I.
Gambar 1: Contoh Factorial
Dengan iterasi, proses diakhiri ketika kondisi loop gagal atau salah. Dalam kasus dari penggunaan rekursif, proses yang berakhir dengan kondisi tertentu disebut permasalahan dasar yang telah tercukupi oleh suatu pembatasan kondisi. Permasalahan yang mendasar merupakan kejadian yang paling kecil dari sebuah masalah. Sebagai contohnya, dapat dilihat pada kondisi rekursif pada faktorial, kasus yang mudah adalah ketika inputnya adalah 1. 1 dalam kasus ini merupakan inti dari masalah.
Penggunaan dari iterasi dan rekursif dapat bersama-sama memandu loops jika hal ini tidak digunakan dengan benar.
Keuntungan iterasi dibandingkan recursion adalah performance yang lebih baik. Hal tersebut lebih cepat untuk recursion sejak terbentuknya sebuah parameter pada sebuah method yang disebabkan oleh suatu CPU time. Bagaimanapun juga, rekursif mendorong practice software engineering yang lebih baik, sebab teknik ini biasanya dihasilkan pada kode yang singkat yang lebih mudah untuk dimengerti dan juga mempromosikan reuseability pada suatu solusi yang telah diterapkan.
Memilih antara iterasi dan rekursif merupakan masalah dari menjaga keseimbangan antara baiknya sebuah performance dan baiknya software engineering.
3.2.3 Factorials: Contoh
Listing program berikut ini menunjukkan bagaimana menghitung faktorial menggunakan teknik iterasi. class FactorialIter { static int factorial( int n) { int result = 1; for( int i = n; i > 1; i--) { result *= i;
}
Pengenalan Pemrograman 2 2