High Fashioners Issue # 2 | Seite 210

J. E. N. I.
2.1 Tujuan

Bab 2 Exceptions dan Assertions

Dasar penanganan exception telah dikenalkan pada anda di kursus pemrograman pertama. Bab ini membahas secara lebih dalam mengenai exception dan juga sedikit menyinggung tentang assertion.
Setelah menyelesaikan pembahasan, anda diharapkan dapat:
1.
Menangani exception dengan menggunakan try, catch dan finally
2.
Membedakan penggunaan antara throw dengan throws
3.
Menggunakan exception class yang berbeda – beda
4.
Membedakan antara checked exceptions dan unchecked exceptions
5.
Membuat exception class tersendiri
6.
Menjelaskan keunggulan penggunaan assertions
7.
Menggunakan assertions
2.2 Apa itu Exception?
2.2.1 Pendahuluan
Bugs dan error dalam sebuah program sangat sering muncul meskipun program tersebut dibuat oleh programmer berkemampuan tinggi. Untuk menghindari pemborosan waktu pada proses error-checking, Java menyediakan mekanisme penanganan exception.
Exception adalah singkatan dari Exceptional Events. Kesalahan( errors) yang terjadi saat runtime, menyebabkan gangguan pada alur eksekusi program. Terdapat beberapa tipe error yang dapat muncul. Sebagai contoh adalah error pembagian 0, mengakses elemen di luar jangkauan sebuah array, input yang tidak benar dan membuka file yang tidak ada.
2.2.2 Error dan Exception Classes
Seluruh exceptions adalah subclasses, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari sebuah root class Throwable. Kemudian, dalam class ini terdapat dua kategori umum: Error class dan Exception class.
Exception class menunjukkan kondisi yang dapat diterima oleh user program. Umumnya hal tersebut disebabkan oleh beberapa kesalahan pada kode program. Contoh dari exceptions adalah pembagian oleh 0 dan error di luar jangkauan array.
Pengenalan Pemrograman 2 1