Great ISS Februari 2017 | Page 15

“ Changes are inevitable and not always controllable. What can be controlled is how you manage, react to and work through the change process.”
Kelly A. Morgan
Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh seorang leader dalam proses Change Management: A. Trust: Seorang leader harus mampu membangun trust / kepercayaan dengan tim untuk memberikan hasil kerja terbaik. Dengan kata lain, kepercayaan adalah fondasi dasar seseorang untuk bekerja sama dan membangun ikatan emosi onal dengan tim. Jika kita percaya dengan sesuatu, kita secara sukarela akan memberikan effort lebih besar dan memperjuangkan apa yang kita percayai. Membangun trust bukanlah hal yang mudah, ini membutuhkan pembuktian atas komitmen. Saya percaya bahwa tim saya akan memberikan pelayanan terbaik kepada client, sebaliknya tim saya percaya kepada saya, bahwa saya akan berkomitmen akan terus bersama mereka, membawa ke arah yang lebih baik dan berjuang bersama walaupun menghadapi masalah sekalipun. Trust berlaku juga dengan client, kita percaya client akan memberikan kita kontrak yang panjang dan pengembangan bisnis dan sebaliknya client pun percaya kepada kita, bahwa kita akan memberikan pelayanan yang terbaik dan menjaga property mereka. B. Communication: Hampir setiap masalah yang dihadapi perusahaan atau katakanlah hambatan dari suatu perubahan adalah masalah komunikasi. Saya sangat menjaga betul komunikasi dengan tim. Komunikasi tidak hanya sebatas formal, tetapi juga membangun komunikasi informal yang jauh dari kekakuan, tetapi lebih kepada kekeluargaan. C. Support: Seorang leader harus selalu mendukung timnya dalam keadaan apapun. Jika kita selalu ada untuk memberi dukungan kepada mereka, maka mereka akan mendukung kita. Bentuk dukungan juga beragam, tidak jarang saya harus memahami keadaan mereka, menyemangati mereka saat sedang down, bahkan masalah keluarga. Dukungan dalam pekerjaan adalah yang terpenting karena dengan support yang maksimal maka mereka akan bekerja dengan tenang dan sukacita.
Tantangan selanjutnya dari seorang agent of change adalah bagaimana bisa melahirkan catalyst – catalyst baru di bawah kita yang membawa dampak besar secara simultan kepada tim. Tugas berikutnya adalah memantau serta mengawal proses berjalannya sebuah informasi perubahan.
Hasil dari proses perubahan ini tak akan terlihat secara kasat mata pada individu-individu di dalam sebuah tim. Karena hal ini menyangkut integritas. Dan itu kembali kepada pribadi ma singmasing seberapa kuat komitmennya terhadap perusahaan.
Namun, secara kelompok hasil dari perubahan yang terjadi di dalam organisasi bisa dilihat melalui komponen-komponen Performance Indicator atau Balance Score Card. Ketika perubahan terjadi dalam organisasi, lalu Indicator Performance dari account mengalami
Seorang Agent of Change harus mampu membangun hubungan, mendiagnosis masalah, mendapatkan sumber-sumber yang relevan, memilih solusi yang tepat, memperoleh penerimaan, menstabilkan dan memperbahui diri.
kenaikan, berarti perubahan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap sebuah klien / account.
Lalu, kesimpulan yang bisa ditarik dari semua ini? Fokus terhadap tujuan dan target yang telah ditetapkan dan selalu menjadi catalyst dalam sebuah perubahan! Tujuan perusahaan sudah jelas, selalu berupaya melebihi ekspektasi klien / account.
Proses perubahan dalam sebuah organisasi ibarat proses menggerakkan roda besar yang sangat berat. Daya yang dibutuhkan sangat besar untuk bisa menggerakkan roda tersebut pada awalnya. Ketika roda mulai bergulir, maka semua akan berjalan sesuai yang diinginkan. Namun, yang perlu dilakukan kemudian adalah terus memanfaatkan momentum pergerakannya. Jangan sampai berhenti lagi karena sekali berhenti, dibutuhkan daya yang lebih besar dari saat awal hanya untuk bisa membuatnya bergerak kembali. l
VOL. 2 NO. 4 FEBRUARI 2017 GREAT ISS
15