Manuskrip kuno dari kota oasis Timbuktu dikonservasi dan diteliti dengan bantuan dana dari Kementerian Luar Negeri Jerman
melalui pameran dan konferensi. Tren yang muncul dalam dialog tersebut ialah kemungkinan menyimak dan menyampaikan isu kebudayaan secara digital, serta peluang untuk partisipasi interaktif. Dalam semua proyeknya sejak tahun 1970-an, kebijakan luar negeri bidang budaya berpegang pada pengertian kebudayaan holistis dan tidak elitis, artinya yang tidak membatasi“ kebudayaan“ pada“ kesenian“.
Namun bukan kebudayaan Jerman saja yang difokuskan. Program Pelestarian Budaya membantu pelestarian benda budaya bersejarah di luar negeri. Dari tahun 1981 hingga 2015, Kementerian Luar Negeri Jerman mendukung lebih dari 2.700 proyek di 144 negara, di antaranya konservasi koleksi manuskrip kuno dari Timbuktu di Mali, pembuatan daftar benda budaya secara digital untuk Suriah, digitalisasi musik tradisional di Kamerun, atau pemugaran Bangsal Besar di Karakorum, Mongolia.