Cakrawala Edisi 426 | Seite 15

personel dari tingkat dasar di semua strata kepangkatan serta dalam rangka pengembangan taktik dan strategi di lingkungan TNI Angkatan Laut, pada tahun 2015 ini mengemban tugas untuk melaksanakan sekitar 241 program pendidikan yang diantaranya adalah: a. Pendidikan Pertama pada strata Perwira yang bersumber dari sarjana, pendidikan pertama Bintara dan pendidikan pertama pada strata Tamtama sejumlah 109 Prodi (Program Pendidikan). b. Pendidikan Pembentukan pada strata Perwira yang bersumber dari Bintara dan pembentukan pada strata Bintara yang bersumber dari Tamtama sejumlah 52 Prodi. c. Pendidikan Pengembangan Umum pada strata Perwira dan Bintara sejumlah 18 Prodi. d. Pendidikan Pengembangan Spesialisasi pada strata Perwira, Bintara dan Tamtama sejumlah 40 Prodi. e. Kursus-kursus pada strata Perwira, Bintara dan Tamtama sejumlah 22 Prodi. Seluruh program pendidikan tersebut dilaksanakan oleh tiga buah Komando Pendidikan dan dua Pusat Latihan yaitu: Kodikopsla yang membawahi Pusdiklapa, Pusdikpel, Pusdikintelmar dan Pusdiksus serta Pusdikhidros. Kodikmar yang membawahi Pudikifmar, Pusdikkavmar, Pusdikartmar dan Pusdikbanpurmar. Kodikdukum yang mem­­ba­ wahi Pusdiktek, Pusdiklek, Pusdikbanmin, Pusdikkes dan Pusdikpomal serta Puspeknubika, Pus­lat­­dik­ sarmil dan Puslatlekdalsen. Bagaimana postur pendidikan yang ideal? Jika kita berbicara masalah postur pendidikan yang ideal, maka Lembaga Pendidikan TNI AL dalam hal ini Kobangdikal harus mampu menjalankan “ways” berupa rencana pendidikan yang telah ditetapkan oleh pimpinan TNI Angkatan Laut, dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan “means” yang ada di Kobangdikal maupun satuan samping yaitu Armatim dan Kormar dalam rangka mencapai “ends atau goal” dari Lembaga Pendidikan TNI Angkatan Laut yaitu menyiapkan personel pengawak alutsista dan pendukungnya pada satuan operasional TNI Angkatan Laut yang profesional. Selain itu Lembaga Pendidikan juga harus mampu untuk melakukan pengkajian dan pengembangan pendidikan pada level taktis dan strategis sebagai bahan masukan bagi pimpinan TNI Angkatan Laut dalam rangka pengambilan keputusan terutama pada bidang pendidikan itu sendiri. Bagaimana dengan sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan? Secara filosofis bahwa Lembaga Pendidikan TNI Angkatan Laut, terutama Kobangdikal bertugas mencetak prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut pengawak alutsista yang profesional. Oleh karena itu tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut sangat tergantung pada ketersediaan sarana prasarana atau yang sering kita sebut sebagai alins dan alongins yang dimiliki oleh Kobangdikal. Pengembangan kekuatan TNI terutama modernisasi alutsista TNI Angkatan Laut yang pesat dewasa ini secara Berlatih, berlatih dan berlatih. Cakrawala Edisi 426 Tahun 2015 15