personel dari tingkat dasar di semua strata kepangkatan
serta dalam rangka pengembangan taktik dan strategi
di lingkungan TNI Angkatan Laut, pada tahun 2015
ini mengemban tugas untuk melaksanakan sekitar 241
program pendidikan yang diantaranya adalah:
a. Pendidikan Pertama pada strata Perwira yang
bersumber dari sarjana, pendidikan pertama Bintara dan
pendidikan pertama pada strata Tamtama sejumlah 109
Prodi (Program Pendidikan).
b. Pendidikan Pembentukan pada strata Perwira yang
bersumber dari Bintara dan pembentukan pada strata
Bintara yang bersumber dari Tamtama sejumlah 52
Prodi.
c. Pendidikan Pengembangan Umum pada strata
Perwira dan Bintara sejumlah 18 Prodi.
d. Pendidikan Pengembangan Spesialisasi pada strata
Perwira, Bintara dan Tamtama sejumlah 40 Prodi.
e. Kursus-kursus pada strata Perwira, Bintara dan
Tamtama sejumlah 22 Prodi.
Seluruh program pendidikan tersebut dilaksanakan
oleh tiga buah Komando Pendidikan dan dua Pusat
Latihan yaitu: Kodikopsla yang membawahi Pusdiklapa,
Pusdikpel, Pusdikintelmar dan Pusdiksus serta
Pusdikhidros. Kodikmar yang membawahi Pudikifmar,
Pusdikkavmar, Pusdikartmar dan Pusdikbanpurmar.
Kodikdukum yang memba
wahi Pusdiktek, Pusdiklek,
Pusdikbanmin, Pusdikkes
dan Pusdikpomal serta
Puspeknubika, Puslatdik
sarmil dan Puslatlekdalsen.
Bagaimana
postur
pendidikan yang ideal?
Jika kita berbicara
masalah postur pendidikan
yang ideal, maka Lembaga
Pendidikan TNI AL dalam
hal ini Kobangdikal harus
mampu
menjalankan
“ways” berupa rencana
pendidikan yang telah
ditetapkan oleh pimpinan
TNI
Angkatan
Laut,
dengan memanfaatkan dan
mengoptimalkan “means”
yang ada di Kobangdikal maupun satuan samping yaitu
Armatim dan Kormar dalam rangka mencapai “ends
atau goal” dari Lembaga Pendidikan TNI Angkatan
Laut yaitu menyiapkan personel pengawak alutsista dan
pendukungnya pada satuan operasional TNI Angkatan
Laut yang profesional.
Selain itu Lembaga Pendidikan juga harus mampu
untuk melakukan pengkajian dan pengembangan
pendidikan pada level taktis dan strategis sebagai bahan
masukan bagi pimpinan TNI Angkatan Laut dalam
rangka pengambilan keputusan terutama pada bidang
pendidikan itu sendiri.
Bagaimana dengan sarana dan prasarana untuk
menunjang pendidikan?
Secara filosofis bahwa Lembaga Pendidikan TNI
Angkatan Laut, terutama Kobangdikal bertugas
mencetak prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut pengawak
alutsista yang profesional. Oleh karena itu tingkat
profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut sangat
tergantung pada ketersediaan sarana prasarana atau yang
sering kita sebut sebagai alins dan alongins yang dimiliki
oleh Kobangdikal.
Pengembangan kekuatan TNI terutama modernisasi
alutsista TNI Angkatan Laut yang pesat dewasa ini secara
Berlatih, berlatih dan berlatih.
Cakrawala Edisi 426 Tahun 2015
15