S
Prajurit TNI Angkatan Laut
dalam Misi Maritim Task Force
(MTF)
etiap unsur Kapal Perang Republik Indonesia dan
segenap prajurit TNI AL memang disiapkan untuk
dapat mendukung operasi perdamaian dunia. Salah
satu bukti keterlibatan kita dalam operasi perdamaian
dunia, di antaranya, TNI AL mulai bergabung dalam
Maritim Task Force (MTF)/United Interim Force in
Lebanon (UNIFIL).
Sebenarnya, sejak tahun 1960 TNI AL yang diwakili
oleh para prajurit Marinir telah aktif bergabung pada misimisi perdamaian di bawah bendera Dewan Keamanan
PBB. Duta-duta terbaik bangsa ini bergabung dengan
Kontingen Garuda. Mereka bertugas sebagai penjaga
perdamaian di Kongo, Vietnam, Bosnia, Kamboja serta di
beberapa negara lainnya.
Pada perkembangan selanjutnya, TNI Angkatan
Laut telah berhasil mengerahkan empat kapal perangnya
dalam misi perdamaian Maritim Task Force (MTF)/
United Interim Force in Lebanon, masing-masing
KRI Diponegoro-365 pada tahun 2009, KRI Frans
Kaisiepo-368 tahun 2010, KRI Sultan Iskandar Muda367 tahun 2011, KRI Sultan Hasanuddin-366 tahun 2012,
dan KRI Diponegoro yang kembali ke tanah air pada 9
Desember 2013 lalu. Keempat kapal perang tersebut
merupakan jenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated
Geometrical Modulary Approach) dari jajaran Satuan
Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur.
KRI Frans Kaisiepo-368 dalam penugasan MTF kedua
kalinya, saat ini masih bertugas di perairan Lebanon.
Satgas ini dipimpin oleh Letkol Laut (P) Ade Nanno
Suwardi. Dalam satuan tugas ini bergabung 99 prajurit