Indonesian Signature
Seni Kamoro
Suku Kamoro dikenal sebagai
suku paling artistik di Papua.
Suku yang suka mengukir
dan menari.
S
uku ini tinggal di pesisir
Pantai Kabupaten Mimika,
Papua. Terkenal sebagai
suku yang suka berburu. Ikan dan
sagu adalah makanan sehari-
harinya. Sampai sekarang suku ini
masih dikenal sebagai suku yang
suka berpindah tempat, sesuai
ketersediaan bahan makanan di
alam yang mereka diami. Karakter
yang paling populer dari suku
Kamoro adalah kemampuannya
dalam seni. Di Jakarta, sebuah
acara digelar setiap tahun untuk
mempromosikan budaya dan
karya masyarakat Kamoro.
Karya ukir adalah hasil kesenian
yang paling digemari. Suku ini
mampu membuat ukiran dari
benda-benda yang dekat dengan
budaya keseharian mereka.
Tombak dan perisai adalah
“produk kesenian” yang paling
banyak mereka kreasikan, meski
pada awalnya kedua benda
itu mereka ciptakan bukan
dengan maksud berkesenian,
melainkan untuk keperluan
berburu. Berbagai senjata dan
peralatan berburu mereka
ciptakan, dan secara tidak sengaja
mencerminkan kekuatan seni
yang universal.
Bagi suku Kamoro, “berkesenian”
adalah bagian dari keseharian.
Kata “seni” mungkin sudah terlalu
modern bagi mereka yang
terbiasa berkarya untuk keperluan
upacara adat. Mereka percaya
bahwa bakat artistik diturunkan
dari leluhur, khususnya dari darah
sang ayah. Dalam tradisi Kamoro,
seorang anak laki-laki yang telah
menginjak usia 7 tahun akan
memperoleh warisan berupa
bakat seni yang menurun dari
ayahnya, dan mereka wajib
untuk melestarikan hingga ke
generasi berikutnya.
Di masa sekarang, karya yang
mereka ciptakan tidak lagi semata
untuk keperluan adat istiadat,
melainkan juga sebagai cendera
mata. Kesadaran ekonomi ini
menjadikan bakat alam mereka
sebagai salah satu modal untuk
memperoleh keuntungan
finansial. Yayasan Maramowe
Weaiku Kamorowe adalah yayasan
yang secara khusus memberi
perhatian pada kelestarian seni dan
budaya Kamoro. Dalam sejumlah
kegiatan promosi kebudayaan,
suku Kamoro sering didukung
oleh PT Freeport Indonesia
sebagai perusahaan Amerika
yang berdiri di atas tanah warisan
suku Kamoro.
Kerajinan Papua
UKM Gallery
SMESCO Indonesia Lt. 15
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 94
Pancoran, Jakarta Selatan
Tel. (021) 2753 5400
Lokasi ini dapat ditempuh
menggunakan taksi sekitar
20 menit dari Plaza Festival,
Kuningan.
Selain tombak dan perisai,
mereka juga terkenal dengan
membuat patung kepala manusia
dan topeng roh, dua karya
yang bernapas sakral. Mereka
juga terkenal sebagai seniman
tifa, yaitu alat musik tabuh
khas Mimika yang menyerupai
gendang. Suku yang tidak terlalu
pandai bercocok tanam ini
juga dikenal dengan karya-
karya tarinya, yang sebagian
besar merekam kisah dan
filosofi perburuan.
76
Mutiara Biru