Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Februari 2018 | Page 78

Indonesian Signature Seni Kamoro Suku Kamoro dikenal sebagai suku paling artistik di Papua. Suku yang suka mengukir dan menari. S uku ini tinggal di pesisir Pantai Kabupaten Mimika, Papua. Terkenal sebagai suku yang suka berburu. Ikan dan sagu adalah makanan sehari- harinya. Sampai sekarang suku ini masih dikenal sebagai suku yang suka berpindah tempat, sesuai ketersediaan bahan makanan di alam yang mereka diami. Karakter yang paling populer dari suku Kamoro adalah kemampuannya dalam seni. Di Jakarta, sebuah acara digelar setiap tahun untuk mempromosikan budaya dan karya masyarakat Kamoro. Karya ukir adalah hasil kesenian yang paling digemari. Suku ini mampu membuat ukiran dari benda-benda yang dekat dengan budaya keseharian mereka. Tombak dan perisai adalah “produk kesenian” yang paling banyak mereka kreasikan, meski pada awalnya kedua benda itu mereka ciptakan bukan dengan maksud berkesenian, melainkan untuk keperluan berburu. Berbagai senjata dan peralatan berburu mereka ciptakan, dan secara tidak sengaja mencerminkan kekuatan seni yang universal. Bagi suku Kamoro, “berkesenian” adalah bagian dari keseharian. Kata “seni” mungkin sudah terlalu modern bagi mereka yang terbiasa berkarya untuk keperluan upacara adat. Mereka percaya bahwa bakat artistik diturunkan dari leluhur, khususnya dari darah sang ayah. Dalam tradisi Kamoro, seorang anak laki-laki yang telah menginjak usia 7 tahun akan memperoleh warisan berupa bakat seni yang menurun dari ayahnya, dan mereka wajib untuk melestarikan hingga ke generasi berikutnya. Di masa sekarang, karya yang mereka ciptakan tidak lagi semata untuk keperluan adat istiadat, melainkan juga sebagai cendera mata. Kesadaran ekonomi ini menjadikan bakat alam mereka sebagai salah satu modal untuk memperoleh keuntungan finansial.  Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe adalah yayasan yang secara khusus memberi perhatian pada kelestarian seni dan budaya Kamoro. Dalam sejumlah kegiatan promosi kebudayaan, suku Kamoro sering didukung oleh PT Freeport Indonesia sebagai perusahaan Amerika yang berdiri di atas tanah warisan suku Kamoro. Kerajinan Papua UKM Gallery SMESCO Indonesia Lt. 15 Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 94 Pancoran, Jakarta Selatan Tel. (021) 2753 5400 Lokasi ini dapat ditempuh menggunakan taksi sekitar 20 menit dari Plaza Festival, Kuningan. Selain tombak dan perisai, mereka juga terkenal dengan membuat patung kepala manusia dan topeng roh, dua karya yang bernapas sakral. Mereka juga terkenal sebagai seniman tifa, yaitu alat musik tabuh khas Mimika yang menyerupai gendang. Suku yang tidak terlalu pandai bercocok tanam ini juga dikenal dengan karya- karya tarinya, yang sebagian besar merekam kisah dan filosofi perburuan. 76 Mutiara Biru