Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 75

melakukan tugas pembangunan itu. “Agar pembangunan bisa lebih merata dan menyejahterakan, proses pembangunan juga harus melahirkan dan membentuk entrepeneur-entrepeneur baru untuk dapat melaksanakan pembangunan itu sendiri. Kalau kita sekarang seolah-olah mengatakan bahwa ada entrepeneur tumbuh sendiri. Memang betul ada entrepreneur yang tumbuh sendiri tetapi agar pembangunan itu merata pada pelaku pembangunannya maka kita harus bisa melakukan pembentukan entreprenur-entrepreneur baru,” ujar ARB. Pertumbuhan ekonomi, juga harus dengan meningkatkan peran sektor manufaktur. ARB mengatakan bahwa sektor manufaktur memang bertambah dan persentasenya terhadap GDP naik. Akan tetapi sampai saat ini belum terlihat adanya sektor manufaktur yang berhubungan dengan sumber daya alam mengalami peningkatan yang signifikan. Lebih dari itu, tegas ARB, pembangunan ekonomi yang kuat itu hanyalah sasaran antara. Karena tujuan akhirnya adalah pembangunan manusia Indonesia sehingga kita bisa membangun bersama-sama. “Yang paling penting perlu saya tegaskan, pembangunan ekonomi hanya sasaran awal. Sasaran akhirnya adalah pembangunan manusia. Manusianya yang harus kita bangun semua. Kita harus bangun manusiamanusia Indonesia hingga kita bisa membangun secara bersama-sama,” paparnya. Masih terkait pemerataan pembangunan, ARB mengingatkan bahwa jurang ketimpangan pembangunan saat ini sudah berada pada level “lampu kuning”.