melakukan tugas pembangunan
itu. “Agar pembangunan bisa lebih
merata dan menyejahterakan,
proses pembangunan juga harus
melahirkan
dan
membentuk
entrepeneur-entrepeneur baru untuk
dapat melaksanakan pembangunan
itu sendiri. Kalau kita sekarang
seolah-olah mengatakan bahwa
ada entrepeneur tumbuh sendiri.
Memang betul ada entrepreneur
yang tumbuh sendiri tetapi agar
pembangunan itu merata pada
pelaku pembangunannya maka kita
harus bisa melakukan pembentukan
entreprenur-entrepreneur baru,” ujar
ARB.
Pertumbuhan ekonomi, juga harus
dengan meningkatkan peran sektor
manufaktur. ARB mengatakan bahwa
sektor manufaktur memang bertambah
dan persentasenya terhadap GDP
naik. Akan tetapi sampai saat ini belum
terlihat adanya sektor manufaktur yang
berhubungan dengan sumber daya
alam mengalami peningkatan yang
signifikan.
Lebih dari itu, tegas ARB,
pembangunan ekonomi yang kuat
itu hanyalah sasaran antara. Karena
tujuan akhirnya adalah pembangunan
manusia Indonesia sehingga kita
bisa membangun bersama-sama.
“Yang paling penting perlu saya
tegaskan, pembangunan ekonomi
hanya sasaran awal. Sasaran akhirnya
adalah pembangunan manusia.
Manusianya yang harus kita bangun
semua. Kita harus bangun manusiamanusia Indonesia hingga kita bisa
membangun secara bersama-sama,”
paparnya.
Masih
terkait
pemerataan
pembangunan, ARB mengingatkan
bahwa
jurang
ketimpangan
pembangunan saat ini sudah
berada pada level “lampu kuning”.