Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 67

demikian ujar Bejo Rudianto, seusai audiensi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie di Jakarta, Jumat (13/12) bulan lalu. Melalui sayap dan jajaran di bawahnya, MKGR terus menggalang dukungan dan penguatan bagi Partai Golkar. Langkah tersebut dilakukan karena MKGR sendiri bukan peserta pemilu dan bukan organisasi politik. Akan tetapi, langkah-langkah MKGR dipastikan dapat memberikan kekuatan bagi proses pemenangan Partai Golkar nanti. “Kami mencoba merangkul semua elemen masyarakat yang ada, terutama mereka yang merasa kurang nyaman bila bergabung dengan Partai Golkar secara langsung,” ujarnya kepada suara Golkar. Dalam rangka penyuksesan Partai Golkar pada pemilu mendatang, MKGR juga membentuk kelompok penguat bagi Partai Golkar melalui Gerakan Perempuan MKGR, Generasi Muda MKGR, Himpunan Mahasiswa MKGR,  Himpunan Kiai MKGR, pormas MKGR, Badan Kesehatan MKGR, Himpunan sopir-sopir angkot, hingga pedagang-pedagang di pasar induk. “Intinya mereka dapat memberikan penguatan kepada Golkar secara taktis pada pemilu mendatang,” ujarnya. Penguatan-penguatan ormas MKGR dilakukan dengan menyamakan strategi MKGR dengan Partai Golkar. Hal itu untuk mendukung setiap upaya menggalang dukungan kepada konstituen terutama generasi muda. “Bagi kami, gerakan anak-anak muda  harus menjadi pilar utama bagi MKGR sekaligus Partai Golkar untuk membangun bangsa. Strategi yang paling sederhana menggaet anak muda adalah dengan membuat mereka merasa nyaman dengan aktivitas yang mereka senangi selama ini. Bukan membawa hal-hal yang njelimet soal politik,” tuturnya. MKGR juga mengkampanyekan Visi Negara Kesejahteraan 2045 sebagai bagian dari upaya penyelarasan dengan partai Golkar. Visi ini adalah konsep penting yang sangat memudahkan kaderkader MKGR untuk menyampaikan apa langkah Golkar di masa yang akan datang. Golkar ingin menang, karena ada konsep yang hendak dikembangkan, diaktualisasikan sebagai program dan kebijakan. Konsep ini membawa dua strategi yang memudahkan kader untuk bersosialisasi. Pertama menyangkut gagasan membangun perangkat desa dan konsep nasionalisme baru. “Konsep membangun perangkat dari desa, sangat mempermudah kader-kader  MKGR yang sedang nyaleg untuk merespons kegundahan perangkat-perangkat desa. Misalnya soal pertanyaan mereka tentang bagaimana Undang-Undang Desa akan dilaksanakan, bagaimana perhatian dan kesejahteraan perangkat desa? Dengan visi ini kami bisa menjawab, Golkar berada di posisi terdepan untuk memperjuangkan mereka melalui konsep membangun dari desa. Visi Negera Kesejahteraan adalah konsep yang mudah dijelaskan kepada masyarakat tanpa  perlu paham detail pasal per pasal. Namun cukup dipahami konsepnya, pahami filosofinya,” jelas caleg DPR RI nomor 4 dari Dapil 6 Jawa Tengah ini. Saat ini terdapat 28 kader MKGR yang duduk di parlemen. Pada pemilu 2014 mendatang, MKGR memberangkatkan lebih dari 100 kadernya sebagai caleg di semua tingkatan (sa) 67