Suara Golkar edisi Desember 2013 | Page 66

srikandi golkar PEREMPUAN SANGAT DIBUTUHKAN DI PARLEMEN DR. IR. HETIFAH, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar JAKARTA, SUARA GOLKAR – Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif DPR, DPD dan DPRD dan sebagaimana juga diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota Legislatif menyebutkan secara spesifik pengajuan minimal 30% perempuan sebagai calon legislatif. Pengaturan itu menunjukkan bahwa proporsi keterwakilan perempuan itu sudah diakui dan itu menunjukkan bahwa peran perempuan dalam kehidupan bernegara sangat mendasar. Tidak bisa diabaikan apalagi diwakilkan, selain oleh perempuan sendiri. Akan tetapi, selama ini tidak sedikit kendala yang dihadapi para perempuan untuk berkecimpung dalam dunia politik. Faktor ketidakpercayaan diri, dinilai sebagai salah satu penghambat itu. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya Dr. Ir. Hetifah, MPP mengatakan bahwa guna mendorong perempuan terjun ke politik, mereka butuh sugesti berupa pemberian fasilitas, dorongan, dukungan dan motivasi.  “Perempuan yang menjadi caleg harus memiliki semangat dan kepercayaan diri. Jangan sampai belum bertarung sudah merasa 60 minder. Juga banyak anggapan dari perempuan sendiri bahwa dunia politik bukan dunia mereka. Apalagi mereka juga menganggap  politik itu mahal dan penuh intrik. Sehingga mereka masih takut untuk melakukan kegiatan politik,” kata Hetifah di Jakarta, Senin (9/12).  Tentunya tidak semua benar. Masuk politik itu, lanjut Hetifah, bukan semata-mata untuk kekuasaan. Melainkan agar suara perempuan juga lebih terakomodasi dalam kebijakan yang dibuat. Karena perempuan punya kekhususan yang harus dipertimbangkan.