Rumah Buku e-zine vol SEMBILAN | Page 26

23 03
Wanita itu Oleh: Miskindariah
Aku selalu duduk di taman ketika matahari mula terbit di ufuk timur. Duduk dengan begitu tenang dalam kesejukan yang begitu nyaman. Kerusi yang aku duduki sekarang ini sangat panjang dan mampu memuatkan empat orang dewasa tapi selama aku duduk di kerusi ini satu orang pun tidak ada yang pernah duduk di kerusi ini bersamaku melainkan wanita itu.
Suatu hari aku duduk keseorangan memeluk tubuh kerana cuaca pagi itu sunguh mengagumkan. Ketika aku gosok-gosokkan tangan aku wanita itu datang dan duduk disebelah aku menghulurkan sarung tangan kulit yang mampu menyelesaikan masalah kesejukan di tanganku. " Terima kasih " kataku kepadanya. " Ya." Balasnya ringkas. kami duduk begitu tenang sehinggalah dia memulakan ceritanya.
" Aku ada seorang adik. Dia tak begitu pandai dan tidak ada apa-apa kemahiran yang boleh dilakukanya ". Aku cuma tersenyum dan membiarkan dia bercerita lagi " Dia memilih hidup yang sangat lain dari kami lima beradik. Dia suka bersendirian dan gemar membaca buku "
Aku masih diam tidak ingin memotong cerita sedihnya. " Dia lari dan sehingga kini kami masih tidak menjumpainya ". wanita itu memandang kearah aku dan bertanya " kenapa dia lakukan perkara itu terhadap kami?" Serbah salah aku harus menjawabnya. " Mungkin ada diantara kamu yang tidak menyukainya " " Dia adik paling bongsu dan kami semua menyayanginya " " Justeru apa yang membuatnya lari. Dia marah barangkali " " Tidak. Dia tidak pernah marah. dia seperti manusia yang tidak punya perasaan " " Mungkin dia pendam dalam-dalam "
" Mungkin, sebab sebelum dia hilang abang aku menyuruhnya agar mencari kerja supaya dia dapat menampung hidupnya sendiri "