Padang Ekspres | Page 10

10 METROPOLIS

RABU • 29 MEI 2013
CMYK

Wako Padang Disebut Berperan

METRO 24 JAM

Pendidikan Anak Butuh Pengawasan Ortu

Tabing, Padek— Mendukung pendidikan anak dalam mempelajari Al Quran diperlukan bimbingan orangtua yang diiringi pengawasan ekstra, dan melibatkan guru sekolah dan lingkungan tempat tinggal.
“ Pengawasan terhadap anak, baik dari sisi pendidikan, pergaulan, dan hal lainnya, memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk guru sekolah, guru TPQ, lingkungan tempat tinggal, dan peran aktif orangtua,” kata Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah saat Wisuda Tartil XII dan Khatam Al-Quran IX TPQ Angkasa Masjid Baitul Muttaqin SD Angkasa Lanud Padang, kemarin( 28 / 5).
Mahyeldi menjelaskan, kegiatan ini, langkah awal bagi anak-anak dalam mempelajari serta memahami kandungan Al Quran.“ Dengan digelarnya kegiatan ini bukan berarti menandakan telah selesai dalam mempelajari Al Quran, akan tetapi ini anak tangga pertama untuk melanjutkan dan lebih memperdalam lagi mempelajari Al Quran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala TPQ Angkasa, Sangkot menjelaskan, segala bentuk kegiatan TPQ Angkasa mendapat dukungan penuh dari Yayasan Yasarini Cabang Lanud Padang, dengan peran aktif orangtua wali murid yang ikut mensukseskan setiap kegiatan TPQ Angkasa.( bis)

Pemprov Tunggu Rekomendasi Resmi BPN

Sudirman, Padek— Penyelesaian 61 persil tanah konsolidasi jalur dua Bypass masih terganjal. Hingga saat ini, rekomendasi resmi dari Badan Pertanahan Nasional( BPN) belum diterima Pemprov Sumbar. Akibatnya, tim asistensi belum dapat membuat rekomendasi untuk diserahkan ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah( Forkopimnda).“ Hingga hari ini, kami belum menerima keputusan resmi dari BPN. Padahal, keputusan itulah yang akan kita jadikan payung hukum untuk penyelesaian jalur dua Bypass. Kita ya berharap agar keputusan BPN itu dapat keluar secepatnya,” ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Kependudukan Setdaprov Sumbar, Syafrizal, kemarin( 28 / 5).
Ia mengatakan, secara prinsip deputi II dan deputi III BPN telah menyetujui penyelesaian ganti rugi untuk konsolidasi jalur dua Bypass.“ Kita minta secara tertulis dan akan menjadi dasar bagi kita untuk penyelesaian persoalan jalur dua Bypass. Dari keputusan BPN tersebut, baru dapat diketahui, mana yang bisa diganti rugi dari 61 persil yang masih bermasalah tersebut,” ujarnya.
Sembari menunggu hasil konsultasi dengan BPN, tim asistensi lainnya, tetap bekerja.” Tim lainnya, masih tetap bekerja untuk melakukan verifikasi terhadap persoalan 85 bangunan atau 61 persil yang belum tuntas konsolidasinya,” tuturnya.
Sekprov Sumbar, Ali Asmar mengatakan Pemprov telah berupaya untuk percepatan penyelesaian jalur dua Bypass dengan berkonsultasi ke BPN. Pada bulan Juni, dari 3 kontraktor Korea Selatan yang mengikuti proses lelang akan keluar nama pemenangnya.
Dengan begitu, proyek tersebut, akan segera dimulai.“ Kita akan terus berupaya untuk mempercepat proses penyelesaian masalah konsolidasi ini,” harapnya.( ayu)

Swamitra Dirampok, CS...

Sambungan dari hal. 13 memakai jaket dan kasar. Mereka sempat mengancam
menceritakan, perampokan terjadi ketika dia baru saja memulai bekerja membersihkan kantor, sekitar pukul 06.00.
Saat itu, tiba-tiba datang mobil minibus di depan kantor dengan pintu belakang terbuka.“ Sedang apa, Pak?” tanya Nurnida kepada dua orang yang tidak dikenal itu.
Keduanya lalu menjawab,“ Kami disuruh pimpinan bekerja di sini,” kata Nurnida meniru perkataan perampok tersebut.
Nurnida yang mulai curiga dengan gelagat kedua orang itu, lantas menghubungi salah seorang karyawan untuk memastikan apakah benar ada menerima dua orang karyawan baru.“ Ketika sedang menelepon, kedua orang itu langsung menyekap saya. Mulut saya disumpal dengan kain mukenah, kedua tangan dan kaki diikat. Saya pun lemas. Keduanya lalu menendang, menampar, dan memukul wajah saya hingga pingsang,” sebut Nurnida.
Mujur, aksi brutal perampok itu terdengar oleh karyawan yang dihubungi Nurnida lewat te _ lepon tadi. Mendengar ada suara keributan, karyawan Swamitra yang diketahui bernama Edo itu, langsung meluncur ke kantor.
Sayang, ketika sudah berada di kantor, kawanan perampokan itu sudah kabut. Edo hanya menemukan Nurnida dalam keadaan terkapar di lantai, dengan mulut disumpal, kedua tangan dan kaki diikat. Selanjutnya, Edo dan Nurnida melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Padang.
Nurnida mengatakan, saat itu pelaku menggunakan jaket hitam dan tubuh tegap.“ Mereka
akan membunuh saya,” ungkap Nurnida sambil menunjukkan gigi depannya goyang dan rusuknya sakit. Aksi itu diperkirakan dilakukan lebih dari dua orang.“ Lihat saja, mereka bisa membawa kabur brankas. Ukuran brankas itu 90x90 centimeter, berat. Mana mungkin bisa dibawa dua orang,” tutur karyawan lain yang enggan menyebutkan namanya saat mendampingi Nurnida ke Mapolresta.
Kanit SPKT Unit I Polresta Padang, Ipda Dedi Antonis menyebutkan, laporan Nurnida dengan nomor Laporan LP / 904 / K / V / SPKT diserahkan ke bagian Reserse Kriminal guna diproses lebih lanjut.
Kapolres Padang Kombes Pol M Seno Putro ketika dikonfirmasi, mengatakan masih melakukan penyelidikan.
Secara terpisah, Koordinator Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik mendesak aparat kepolisian mengevalusi kinerjanya terkait sejumlah peristiwa besar selama awal 2013 di Sumbar.
“ Perlu di-him-pun data-data dari polsek-polsek dan meninjau kasus lama yang berkemungkinan ada kaitannya dengan kejahatan yang baru terjadi saat ini,” ujarnya.
Ia menekankan aparat hukum bisa memetakan daerah rawan tindak kejahatan dan memaksimalkan bagian reserse dan intelijen.“ Dengan demikian, pelaku tindak kejahatan bisa dengan cepat diringkus setelah melakukan aksinya,” ujarnya.
Sebelumnya, perampokan terjadi di pagi hari, sekitar 09.00 di kompleks Perumahan Linggarjati, Tabing, dua minggu lalu. Meski motor pelaku tertinggal di lokasi, hingga kini pelakunya belum juga tertangkap.( cr2)
( ARZIL / PADEK)
DEMO TREN RAMBUT: Tiga hairdresser memperagakan tren rambut 2013 ala Makarizo saat Makarizo Hair Fashion Festival, di Hotel Mercure, kemarin.

Makarizo Hadirkan Tren Rambut

Purus, Padek— Setelah dua tahun ini tidak menggelar iven di Padang, kini Makarizo, perusahaan produksi alat-alat kecantikan rambut terkemuka, kembali hadir menyapa costumer setianya di Padang. Dalam iven Salon Tour Indonesia 2013 itu, Makarizo meluncurkan tren rambut 2013 terkesan natural, bergaya elegan dan untuk berbagai kalangan.
“ Tren rambut 2013 ini mengambil tema“ La Bellezza Eterna”. Artinya, kecantikan abadi. Di mana karakter dan elemen yang ada di alam disesuaikan dengan personalisasi ma singmasing individu berbeda-beda, sehingga menginspirasi dan

2 Juni, Calon Independen Mendaftar

Sungaisapiah, Padek— Komisi Pemilihan Umum( KPU) Kota Padang menjadwalkan pendaftaran bakal calon wali kota jalur independen dimulai pada Minggu( 2 / 6) hingga Kamis( 6 / 6). Atas kondisi itu, bakal calon yang akan maju melalui jalur independen diimbau segara mempersiapkan bukti dukungan yang dipersyaratkan.
Persyaratannya, dukungan yang wajib dimiliki masingmasing calon adalah 4 persen dari jumlah penduduk yang dibuktikan dengan fotokopi KTP. Jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Padang, maka akan didapat jumlah 36.544 dukungan. Surat dukungan ini syarat wajib bagi calon perseorangan. Minimal dukungan itu, 6 dari 11 kecamatan.
Surat dukungan ini diserahkan dua rangkap hardcopy dan softcopy. Kedua dokumen asli itu untuk KPU dan PPS. Selain itu, setiap dokumen penyerahan harus ditandatangani oleh pasangan calon yang disertakan materai per kelurahan.
menjadi tren terbaru,” ungkap Direktur Makarizo, Martin Jimi, kepada Padang Ekspres saat pengenalan gaya rambut tren 2013 di Hotel Marcure, Selasa( 28 / 5).
Makarizo sendiri menghadirkan 4 inovasi tren gaya rambut terbaru, yakni rock mountain, under the sea, desert winds dan wild wood.
“ Setiap inovasi itu, Makarizo memasukan teknik-teknik gradation, repetition, transition, contrast, sehingga tren rambut yang dihadirkan benar-benar bagus dan trendi,” jelas Martin.
Untuk gaya rock mountain terinspirasi dari guratan warna gunung bebatuan, under the sea terinspirasi dari warna laut yang
indah, desert winds terinspirasi dari warna padang pasir dan wild wood diambil dari guratan warna hutan belantara.
“ Ke-4 inovasi dan gaya rambut terbaru tersebut terinspirasi dari semua keindahan dan kecantikan alam yang bersifat abadi,” ucapnya.
Sales Manajer Area Sumatera PT Akasha Wira International, Tbk( Distributor Makarizo) Purwanto menjelaskan, education seminar juga diisi dengan peragaan penata rambut yang diberikan para hairdresser dari Tim Artistik Makarizo, A Cut Above Academy Malaysia, ICD Makarizo.( zil)
“ Jika dukungan dari bakal calon akan maju belum mencukupi 36.544 dukungan, maka diminta agar segera mencukupi. Dukungan itu harus tersebar di 50 persen kecamatan yang ada di kota ini. Dan, ketika mendaftar harus satu paket calon wali kota dan wakil wali kota,” ujar Koordinator Divisi Perencanaan dan Teknis KPU Padang, M Sjahbana Sjams, kepada wartawan, di kantor KPU Padang, kemarin.
Boim— panggilan akrab M Sjahbana Sjams mengatakan ada beberapa bakal calon independen aktif bertanya dan berkoordinasi dengan KPU.“ Di antaranya pasangan Desri Ayunda- Emzalmi dan Jafrinur-Indra Syarif telah deklarasi. Ada juga calon lain yang menanyakan seperti Ibrahim, Azhar Latif, Indra Jaya, James Hellyward, dan Asnawi Bahar,” tutur Boim.
Calon PAN Tunggu Pleno
Sementara itu, Ketua DPD Partai Amanat Nasional( PAN) Fauzi Bahar mengaku menunggu
rapat pleno dalam menetapkan bakal calon wali kota atau wakil wali kota.“ Sebetulnya sudah mau mengerucut,” ujar Ketua DPD PAN Padang, Fauzi Bahar.
Namun Fauzi masih enggan menyebutkan siapa saja kandidat calon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung partai besutan Amien Rais tersebut.“ Diplenokan dulu. Baru kita sampaikan,” ucapnya.
Untuk pilkada tahun ini, PAN juga tak menutup diri membangun koalisi dengan partai lain.“ PAN punya target meraih BA 1 A atau tidak pula menutup kemungkinan menjadi BA 5 A,” tuturnya.
Fauzi menjelaskan, sampai saat ini proses koalisi yang dijalin tidak saja kepada PKS, tapi juga membuka koalisi dengan partai lain salah satunya Partai Demokrat( PD).“ Sekarang kita godok dulu. Kita rasa-rasa dulu. Kalau yang mendekati kita banyak, ada dari partai dan ada dari luar partai juga,” terang Fauzi.( ek / bis)

Lulus PTN Tolok Ukur SMA

Sambungan dari hal. 13
Ini upaya antisipasi tawuran dan ajang kumpul-kumpul di sekolah. Saya rasa efektif jika melihat dari internet dan media lokal,” kata Kepala SMAN 1 Padang, Suardi Dahlan kepada Padang Ekspres, kemarin( 28 / 5).
Suardi mengakui 148 siswa SMAN 1 diterima di perguruan tinggi ternama di Indonesia melalui jalur SNMPTN ini.“ Bahkan, 10 di antaranya telah diterima kuliah di luar negeri seperti Jerman serta satu siswa kuliah di Malaysia,” ungkap Suardi.
Keberhasilan siswa SMAN 1 ini, kata Suardi, tak terlepas dari sejumlah program sekolah dalam menciptakan lulusan andal. Salah satu upaya itu, mendatangkan ahli-ahli bidang studi dari sejumlah perguruan tinggi negeri.
“ Dengan adanya dosen PTN yang mengajar akan bertambah cara pandang dan ilmu para siswa dalam menyerap ilmu pelajaran,” tutur Suardi.
Kondisi serupa juga dialami SMAN 3 dan SMAN 2 Padang. Kepala SMAN 3, Monalisa men-
yebutkan, 145 dari 299 siswa diterima di PTN favorit melalui jalur SNMPTN. Bahkan tiga siswa berhasil mendapatkan kesempatan kuliah di Jerman.“ Saya meyakini untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri( SBMPTN) dan mandiri akan mencapai 85 persen siswa yang lulus,” sebutnya.
Monalisa mengaku standar kelulusan PTN hal menjadi acuan peningkatan mutu di sekolahnya.“ Kita buka program belajar tambahan pada jam tersendiri. Ini telah dilakukan sejak siswa masuk di sekolah ini. Jadi, tidak instan saja mempersiapkan siswa,” tutur Monalisa.
Sementara Kepala SMAN 2 Padang, Habibul Fuadi mengakui 100 siswa diterima di PTN favorit melalui jalur SNMPTN.“ Hampir setengah dari jumlah siswa kami yang lulus UN tahun ini diterima PTN favorit,” jelasnya. Ciptakan Peluang Kerja Terpisah, Kepala SMKN 5, Risman Jondedwi mengatakan, 11 siswa SMKN 5 diterima di Unand dan UNP.“ Memang sedikit, kebanyakan lulusan
kami setelah tamat langsung kerja. Sebab, mereka telah memiliki skill khusus. Tidak hanya itu, kebanyakan siswa kami yang lulus UN malah membuka peluang kerja sendiri,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata menyebutkan, paling lambat Kamis( 30 / 5), seluruh siswa Padang yang lulus SNMPTN telah terdata.“ Salah satu tolok ukur keberhasilan sekolah tingkat SMA yaitu lulus di PTN favorit,” sebut Indang.
Pengamat pendidikan yang juga mantan Rektor UNP, Z Mawardi Effendi menyatakan, bentuk keberhasilan tingkat SMK, sejauh mana siswanya langsung bekerja atau membuka lapangan pekerjaan. Sedangkan lulusan SMA, seberapa besar lulusannya diterima di PTN favorit.“ Jika ada sekolah yang berhasil lulus 100 persen mungkin sudah biasa. Saat ini harus ada patokan yang lebih tinggi lagi, seperti lulus PTN. Ini akan memacu sekolah untuk mempersiapkan program yang baik bagi siswanya. Ini tantangan bagi kepala sekolah agar lebih kreatif,” ujarnya.( kid / ek)

Kasus Dugaan Korupsi PLTU Teluk Sirih

TIM PADEK redaksi @ padangekspres. co. id
Khatib Sulaiman, Padek— Wali Kota Padang disebutsebut memiliki peran dalam pencairan dana siliah jariah pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU Teluk Sirih di Bungus Teluk Kabung.
Hal itu terungkap saat majelis hakim memerintah saksi untuk berbicara jujur pada sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTU di Teluk Sirih, Kecamatan Bungus Teluk Kabung Tengah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi( Tipikor) Padang, kemarin( 28 / 5).
“ Pembayaran itu sesuai instruksi wali kota Padang,” ungkap mantan Kabag Pertanahan Pemko Padang, Fatyuddin, saat menjadi saksi dalam persidangan.
Fatyudin mengatakan, dalam pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU Teluk Sirih itu, Pemko membentuk tim yang dinamakan Tim Sembilan pada tahun 2007.
“ Tim inilah yang menyosialisasikan pembangunan PLTU kepada masyarakat. Juga menginventarisasi tanah dan melakukan negosiasi pembebasan dengan pemilik tanah,” terang Fatyudin yang menjabat Sekretaris Tim Sembilan kala itu.
Majelis hakim yang dipimpin hakim Kamijon dengan
Sambungan dari hal. 13
puan diri dengan memilih sekolah yang tingkat persaingannya sesuai kemampuan atau nilai akhir siswa.
“ Kami mengimbau para calon siswa cermat dalam memilih SMP atau SMA pilihan dengan mempedomani nilai akhir yang dimiliki. Jika yakin nilai yang dimiliki bisa diterima di sekolah tersebut, tidak apa secepatnya melakukan pendaftaran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata, kepada Padang Ekspres, di ruangan kerjanya, kemarin.
Bagi pelajar yang hendak melanjutkan pendidikan ke SMP, kata Indang, nilai mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, dan IPA menjadi dasar dalam penyeleksian. Sementara tingkatan SMA dan SMK, adalah nilai mata pelajaran bahasa Indonesia, matematika, IPA, dan bahasa Inggris.
Adapun bobot nilai mata pelajaran adalah matematika 4, IPA dan bahasa Inggris 3 dan bahasa Indonesia 2. Rumus nilai akhir seleksi ini( 4 x matematika + 3 x IPA + 3 x bahasa Inggris + 2 x bahasa Indonesia)/ 12.
“ Dengan rumus ini, siswa bisa memprediksi berapa nilai akhirnya agar bisa diterima di sekolah pilihan. Jika tidak sesuai, disarankan mendaftar di akhir pendaftaran. Hal itu bertujuan agar bisa melihat berapa nilai terendah,” saran Indang.
Jika ada beberapa siswa memiliki nilai sama, maka dilihat berdasar urutan pilihan sekolah. Kemudian, membandingkan hasil ujian nasional( UN) setiap mata pelajaran yang tercantum pada surat keterangan hasil ujian nasional( SKHUN).
Mata pelajaran yang dipedomani adalah bahasa Indonesia, matematika, dan IPA untuk SMP. Untuk SMA / SMK, bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA.
“ Yang diterima itu, calon siswa yang memiliki nilai lebih besar. Jika masih sama, maka diprioritaskan umur lebih tua. Jika juga masih sama, diterima semua,” ujar Indang.
Jika nilai akumulasi di bawah nilai terendah siswa yang mendaftar, Indang menyarankan jangan dipaksakan untuk mendaftar di sekolah pilihan itu.
anggota M Takdir dan Perry Desmarera menilai, tidak ada wewenang wali kota mengambil keputusan karena tidak masuk dalam Tim Sembilan.“ Untuk apa Tim Sembilan itu dibentuk kalau wali kota intervensi. Ini artinya, kerja Tim Sembilan tidak berjalan dengan baik,” tegas hakim anggota Perry Desmarera.
Sekko Padang Syafril Basyir yang juga menjadi saksi di persidangan mengatakan, pembayaran ganti rugi lahan telah dilakukan jauh sebelum ditetapkannya status lahan oleh Menteri Kehutanan.
“ Setelah pembayaran selesai, barulah keluar keputusan Menteri Kehutanan yang menyatakan lahan tersebut masuk hutan lindung,” kata Syafril Basyir.
Dengan keluarnya Permenhut, otomatis dana Rp 1 miliar yang sudah dibayarkan ke masyarakat menjadi percuma.“ Pembayaran telah usai,” sebut mantan Lurah Teluk Kabung Tengah Eljasrin.
Wali Kota Padang Fauzi Bahar, saat dikonfirmasi oleh Padang Ekspres melalui telepon genggam membenarkan telah membentuk panitia pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum.“ Namun, pada pelaksanaannya panitia yang melakukan. Pemko hanya membentuk kepanitiaan,” jelas Fauzi.
Kasus ini mencuat pada Mei 2007. Saat itu, terdakwa mengatakan kepada masyarakat bahwa siapa saja yang memiliki tanah supaya mendaftar kepada tim advokasi. Waktu itu, yang mendaftar 15 orang dan terdata luas lahan 40 ha yang ditumbuhi semak belukar.( zil / cr4)

Calon Siswa Diminta...

“ Lebih baik mendaftar di sekolah lain,” sarannya.
Untuk siswa luar Padang, tambah Indang, hanya diberi kesempatan 3 persen dari kuota jumlah siswa diterima di setiap sekolah. Kemudian, siswa itu harus mengawali prapendaftaran di SMKN 6 Padang dengan membawa surat keterangan kelulusan.“ Kita memprioritaskan sekolah di Padang diisi siswa asal Padang,” ucap Indang.
Sistem Rayon
Pada PSB online tahun ini, sebut Indang, Dinas Pendidikan memberlakukan sistem rayon. Artinya, lokasi sekolah akan menentukan sekolah mana nantinya siswa tersebut akan melanjutkan pendidikan.“ Ini untuk mengantisipasi tawuran dan meningkatkan kepedulian orangtua terhadap anak,” kata Indang Dewata.
Indang mencontohkan SMP di kawasan Padang Barat, rayonnya SMA yang masih satu kecamatan.“ Biasanya, ketika SD orangtua lebih menyekolahkan anak dekat dengan rumah. Dengan sistem rayon, anak akan tetap disekolahkan di SMP dan SMA terdekat. Dengan begitu, siswa bisa dikontrol oleh orangtua dan masyarakat sekitar,” ungkap Indang.
Saat ini, kata Indang, banyak siswa sekolah jauh dari tempat tinggalnya.“ Dengan sekolah jauh itu, tentu pengawasan orangtua dan masyarakat juga lemah. Tidak itu saja, biaya yang dikeluarkan orangtua juga besar. Kalau berada di satu kecamatan atau dekat dari rumah, tentu biaya ongkos bisa dihindari, termasuk biaya makan siswa, dan lainnya,” ujar Indang didampingi Kepala UPT P2 Data Pokok Pendidikan( Dapodik)-TI, Syuhadi.
Pengamat pendidikan yang juga Pembantu Rektor II UNP, Alizamar mengatakan, sistem rayon memang baik untuk membentuk perilaku siswa. Pasalnya, siswa bersekolah di dekat rumah atau satu kawasan tempat tinggal, sehingga orangtua mudah mengawasi anaknya.
“ Sistem ini diyakini bisa mencegah kenakalan remaja. Siswa pasti akan takut kalau perilaku mereka diketahui oleh orangtua, keluarga atau masyarakat sekitar tempat tinggal. Bahkan orangtua bisa menekan biaya pengeluaran siswa jika diterapkan sistem rayon,” ucap Alizamar.( ek)
CMYK