MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Page 36

Karya Warga O Y O A A Y ! ! M A L E Y N E M Oleh: Relis Gabriela Sihaloho T erimakasih untuk kamu yang sudah tertarik untuk mau memulai membaca tulisan ini, saya tidak berjanji isinya akan semenyenangkan saat membaca novel Dilan. Oh iya foto itu diambil saat saya dan teman-teman saya akan turun menyelam di perairan pulau Koddingareng Keke hingga kedalaman 22 meter. Warna biru dan hijau toska laut, sejuknya angin sepoi-sepoi di sertai ombak-ombak yang tidak mengenakkan perut rasanya tidak mengurangi semangat kami untuk turun melihat hamparan terumbu karang bersama ikan-ikan dan biota lainnya yang akan menemani kami berenang atau hanya menyapa kami tanpa suara. Kami masih baru di dunia penyelaman, namun semangat kami untuk menikmati bawah laut sangatlah besar bagaimana tidak sudah terlalu banyak orang diluar sana yang kami lihat menyelam dan diabadikan dengan kamera canggih mereka. Indahnya bawah laut yang tak pernah ku saksikan di darat kini dapat kulihat langsung walau baru sebagian dan tak bisa ku ungkapkan langsung disana dengan teriakan kecilku bahwa itu inndahhh sekali, bagaimana tidak pakaian kami seperti astronaut dan mulut kami sibuk mengambil oksigen, hanya berbicara melamun, bersyukur dan berbicara dalam hati yang dapat kami lakukan untuk menanggapi semua itu, kamera yang instruktur kami bawapun tidak sanggup mengabadikan semua itu. Menurut data KKP tahun 2007 Indonesia terdiri dari 2,01jt km2 daratan dan 3,25jt km2 lautan dan tercatat jumlah pulau yang ada sekitar 17.504 buah pada tahun 2004. Di bagian Sulawesi selatan sendiri merupakan lokasi spermonde atau gugusan pulau-pulau dengan jumlah pulau kurang lebih 140 buah yang berpenghuni dan tidak berpenghuni. Spermonde adalah istilah dari bahasa Belanda 34 MSP MAGAZINE E D I S I 2 Bahasa Belanda yang diberikan kepada gugusan pulau-pulau yang membentang di Barat daya pulau Sulawesi mulai dari Takalar di bagian selatan hingga ke Pare-Pare di bagian utara. Dinamakan spermonde karena jika dilihat dari atas, gugusan kepulauan ini menyerupaii bentuk sperma. Kekayaan terumbu karang yang ada di Indonesiapun masuk dalam kawasan Triangle Coral Reef, membuat siapa saja terrmasuk manca negara ingin datang ke negara tropis ini untuk sekedar berwisata, meneliti bahkan melestarikannya. Melihat banyak fakta tersebut bahkan mendengar langsung dari para dosen apakah kalian masih berniat ingin bekerja diruang berAC hanya duduk menghitung uang melayani orang yang ingin menyetor uangnya dengan latar belakang pendidikanmu yang harus ku bilang merupakan masa depan bangsa yang memiliki banyak tugas. Atau kamu masih malu menempuh pendidikan di bidang ini ? Atau kamu berpikiran kamu salah ? Singkirkan cepat-cepat itu atau segeralah mencari jalan lain. Untuk kamu yang masih di fakultas ilmu kelautan dan perikanan banyak sekali peluang yang ada dibidang tersebut. Masih banyak ikan dilaut belum ditangkap oleh warga negaranya sendiri, masih banyak ikan dilaut belum memiliki nama, masih kurang ahli terumbu karang, masih banyak biota laut belum disembuhkan dan diteliti, masih banyak penduduk dari Sabang sampai Merauke yang belum merasakan ikan tanpa duri dan nikmatnya kepiting lunak, masih -