Karya Warga
O
Y O
A
A Y
!
!
M
A
L
E
Y
N
E
M
Oleh: Relis Gabriela Sihaloho
T
erimakasih untuk kamu yang sudah tertarik
untuk mau memulai membaca tulisan ini,
saya tidak berjanji isinya akan
semenyenangkan saat membaca novel Dilan. Oh
iya foto itu diambil saat saya dan teman-teman saya
akan turun menyelam di perairan pulau
Koddingareng Keke hingga kedalaman 22 meter.
Warna biru dan hijau toska laut, sejuknya angin
sepoi-sepoi di sertai ombak-ombak yang tidak
mengenakkan perut rasanya tidak mengurangi
semangat kami untuk turun melihat hamparan
terumbu karang bersama ikan-ikan dan biota
lainnya yang akan menemani kami berenang atau
hanya menyapa kami tanpa suara.
Kami masih baru di dunia penyelaman, namun
semangat kami untuk menikmati bawah laut
sangatlah besar bagaimana tidak sudah terlalu
banyak orang diluar sana yang kami lihat menyelam
dan diabadikan dengan kamera canggih mereka.
Indahnya bawah laut yang tak pernah ku saksikan di
darat kini dapat kulihat langsung walau baru
sebagian dan tak bisa ku ungkapkan langsung
disana dengan teriakan kecilku bahwa itu inndahhh
sekali, bagaimana tidak pakaian kami seperti
astronaut dan mulut kami sibuk mengambil oksigen,
hanya berbicara melamun, bersyukur dan berbicara
dalam hati yang dapat kami lakukan untuk
menanggapi semua itu, kamera yang instruktur
kami bawapun tidak sanggup mengabadikan
semua itu.
Menurut data KKP tahun 2007 Indonesia terdiri dari
2,01jt km2 daratan dan 3,25jt km2 lautan dan
tercatat jumlah pulau yang ada sekitar 17.504 buah
pada tahun 2004. Di bagian Sulawesi selatan
sendiri merupakan lokasi spermonde atau gugusan
pulau-pulau dengan jumlah pulau kurang lebih 140
buah yang berpenghuni dan tidak berpenghuni.
Spermonde adalah istilah dari bahasa Belanda
34 MSP MAGAZINE
E D I S I 2
Bahasa Belanda yang diberikan kepada
gugusan pulau-pulau yang membentang di
Barat daya pulau Sulawesi mulai dari Takalar
di bagian selatan hingga ke Pare-Pare di
bagian utara. Dinamakan spermonde karena
jika dilihat dari atas, gugusan kepulauan ini
menyerupaii bentuk sperma. Kekayaan
terumbu karang yang ada di Indonesiapun
masuk dalam kawasan Triangle Coral Reef,
membuat siapa saja terrmasuk manca negara
ingin datang ke negara tropis ini untuk sekedar
berwisata, meneliti bahkan melestarikannya.
Melihat banyak fakta tersebut bahkan
mendengar langsung dari para dosen apakah
kalian masih berniat ingin bekerja diruang
berAC hanya duduk menghitung uang
melayani orang yang ingin menyetor uangnya
dengan latar belakang pendidikanmu yang
harus ku bilang merupakan masa depan
bangsa yang memiliki banyak tugas. Atau
kamu masih malu menempuh pendidikan di
bidang ini ? Atau kamu berpikiran kamu salah
? Singkirkan cepat-cepat itu atau segeralah
mencari jalan lain. Untuk kamu yang masih di
fakultas ilmu kelautan dan perikanan banyak
sekali peluang yang ada dibidang tersebut.
Masih banyak ikan dilaut belum ditangkap
oleh warga negaranya sendiri, masih banyak
ikan dilaut belum memiliki nama, masih
kurang ahli terumbu karang, masih banyak
biota laut belum disembuhkan dan diteliti,
masih banyak penduduk dari Sabang sampai
Merauke yang belum merasakan ikan tanpa
duri dan nikmatnya kepiting lunak, masih -