MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Página 33

Karya Warga Pelangi dari Sungai Sulawesi Selatan Oleh: Adiara Firdhita Alam Nasyrah, S.Pi M arosatherina ladigesi m e r u p a ka n s a l a h satu ikan endemik di Sulawesi Selatan. Ikan ini memiliki keis mewaan, selain endemis juga sebagai spesies tunggal. Dalam dunia komesil, ikan ini merupakan salah satu komoditas ikan hias yang dikenal dengan nama Celebes Rainbow (Pelangi Sulawesi). Masyarakat lokal di wilayah Maros sebagai daerah asal mengenal dengan nama ikan Beseng-beseng. Ikan Pelangi Sulawesi termasuk famili Telmatherinidae, yang mempunyai 4 genera yaitu Telmatherina, Paratherina, Tominanga dan Marosatherina. Ikan pelangi yang dibahas adalah jenis Marosatherina ladigesi (Hadiaty 2007). Kajian filogene k oleh Aarn et. al (1998) pada famili Telmatherinidae, mencerma adanya perbedaan nyata antara ikan ini dengan jenis Telmatherina lainnya. Oleh karena itu ke ganya sepakat untuk menetapkannya sebagai genus yang berbeda. Spesimen ikan diperoleh dari daerah Maros maka dinamakan Marosatherina, jenisnya Marosatherina ladigesi. Pola perwarnaan yang khas yakni tubuh transparan, sehingga organ dalamnya tembus pandang, dapat terlihat dengan jelas terutama gelembung renangnya. Warna dominan ditubuhnya adalah hijau tosca metalik, kuning-kunyit dan hitam. Pada sisi tubuh yaitu gurat sisi (linea lateralis) memiliki warna hijau biru pelangi. Garis tersebut menyusur dari belakang tutup insang hingga batang ekor (Said et al. 2007). Sirip punggung kedua terdapat ga warna, yaitu hitam di bagian tepi luar, kuning di bagian tengah dan pu h transparan di bagian tengah dalam. Sirip ekor bercagak dengan pola ga warna, yaitu kuning di bagian tepi luar, hitam di bagian tengah dan pu h transparan di bagian tepi dalam. Sirip dada kiri dan kanan terletak dak simetris, dengan sirip dada kiri terletak lebih dekat dengan ujung kepala. Berangkat dari morfologi ikan beseng-beseng yang menarik, maka ikan ini menjadi ikan hias yang menguasai pasar internasional. Ikan beseng-beseng hidup di sungai dengan substrat pasir, kerikil sampai berbatu. Ikan ini menyukai perairan yang jernih dan mengalir. Persebaran ikan beseng-beseng melipu sungai-sungai di Sulawesi Selatan. M. ladigesi berasal dari daerah Maros tetapi telah didapatkan di sungai-sungai lain di Sulawesi Selatan (Ko elat et al. 1993). Beberapa peneli an melaporkan persebaran ikan beseng- beseng melipu beberapa sungai di Propinsi Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Soppeng (Andriani 2000; Hadiaty . 2007; Said et al. 2011, Jayadi 2016; Said 2017). Sayangnya, ancaman kepunahan ikan beseng-beseng menjadi semakin meningkat oleh ak vitas antropogenik di habitatnya. Beberapa ak vitas tersebut adalah perubahan penggunaan penggalan sungai yang awalnya sebagai sungai alami, berubah menjadi tempat penggalian pasir atau fungsi lainnya. Selain itu juga, aki vitas penangkapan terhadap ikan beseng-beseng cukup intensif yang diikut dengan sistem penangkapan yang merusak lingkungan. Ko n d i s i - ko n d i s i te rs e b u t m e r u p a ka n p e nye b a b menurunnya populasi, yang akhirnya mengantarkan ikan beseng-beseng masuk catatan pada “Red List of Threatened Species” IUCN kategori Rare (R) tahun 1990 sampai tahun 1994 dan informasi terakhir kategori (1996) VU D2 versi 2.3. Untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan beseng- beseng endemik Sulawesi Selatan perlu dilakukan konservasi karena kepunahan ikan adalah sebuah masalah besar untuk sumber daya alam. Upaya mi gasi atau pencegahan untuk meminimumkan ancaman yang terjadi harus segera dilakukan. Jika suatu spesies mendeka ambang kepunahan, namun selama masih ada spesies yang diprediksi akan punah tetap ada, maka masih ada waktu untuk melakukan ndakan konservasi. E D I S I 2 MSP MAGAZINE 31