Karya Warga
Pelangi dari Sungai Sulawesi Selatan
Oleh: Adiara Firdhita Alam Nasyrah, S.Pi
M
arosatherina ladigesi
m e r u p a ka n s a l a h
satu ikan endemik di
Sulawesi Selatan. Ikan ini
memiliki keis mewaan,
selain endemis juga sebagai
spesies tunggal. Dalam
dunia komesil, ikan ini
merupakan salah satu
komoditas ikan hias yang
dikenal dengan nama
Celebes Rainbow (Pelangi
Sulawesi). Masyarakat
lokal di wilayah Maros
sebagai daerah asal
mengenal dengan nama ikan
Beseng-beseng. Ikan Pelangi Sulawesi termasuk
famili Telmatherinidae, yang mempunyai 4 genera
yaitu Telmatherina, Paratherina, Tominanga dan
Marosatherina. Ikan pelangi yang dibahas adalah
jenis Marosatherina ladigesi (Hadiaty 2007). Kajian
filogene k oleh Aarn et. al (1998) pada famili
Telmatherinidae, mencerma adanya perbedaan
nyata antara ikan ini dengan jenis Telmatherina
lainnya. Oleh karena itu ke ganya sepakat untuk
menetapkannya sebagai genus yang berbeda.
Spesimen ikan diperoleh dari daerah Maros maka
dinamakan Marosatherina, jenisnya Marosatherina
ladigesi.
Pola perwarnaan yang khas yakni tubuh transparan,
sehingga organ dalamnya tembus pandang, dapat
terlihat dengan jelas terutama gelembung
renangnya. Warna dominan ditubuhnya adalah hijau
tosca metalik, kuning-kunyit dan hitam. Pada sisi
tubuh yaitu gurat sisi (linea lateralis) memiliki warna
hijau biru pelangi. Garis tersebut menyusur dari
belakang tutup insang hingga batang ekor (Said et al.
2007). Sirip punggung kedua terdapat ga warna,
yaitu hitam di bagian tepi luar, kuning di bagian
tengah dan pu h transparan di bagian tengah dalam.
Sirip ekor bercagak dengan pola ga warna, yaitu
kuning di bagian tepi luar, hitam di bagian tengah dan
pu h transparan di bagian tepi dalam. Sirip dada kiri
dan kanan terletak dak simetris, dengan sirip dada
kiri terletak lebih dekat dengan ujung kepala.
Berangkat dari morfologi ikan beseng-beseng yang
menarik, maka ikan ini menjadi ikan hias yang
menguasai pasar internasional.
Ikan beseng-beseng hidup di sungai dengan substrat pasir,
kerikil sampai berbatu. Ikan ini menyukai perairan yang
jernih dan mengalir. Persebaran ikan beseng-beseng
melipu sungai-sungai di Sulawesi Selatan. M. ladigesi
berasal dari daerah Maros tetapi telah didapatkan di
sungai-sungai lain di Sulawesi Selatan (Ko elat et al. 1993).
Beberapa peneli an melaporkan persebaran ikan beseng-
beseng melipu beberapa sungai di Propinsi Sulawesi
Selatan yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone, dan
Kabupaten Soppeng (Andriani 2000; Hadiaty . 2007; Said et
al. 2011, Jayadi 2016; Said 2017).
Sayangnya, ancaman kepunahan ikan beseng-beseng
menjadi semakin meningkat oleh ak vitas antropogenik di
habitatnya. Beberapa ak vitas tersebut adalah perubahan
penggunaan penggalan sungai yang awalnya sebagai sungai
alami, berubah menjadi tempat penggalian pasir atau
fungsi lainnya. Selain itu juga, aki vitas penangkapan
terhadap ikan beseng-beseng cukup intensif yang diikut
dengan sistem penangkapan yang merusak lingkungan.
Ko n d i s i - ko n d i s i te rs e b u t m e r u p a ka n p e nye b a b
menurunnya populasi, yang akhirnya mengantarkan ikan
beseng-beseng masuk catatan pada “Red List of Threatened
Species” IUCN kategori Rare (R) tahun 1990 sampai tahun
1994 dan informasi terakhir kategori (1996) VU D2 versi 2.3.
Untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan beseng-
beseng endemik Sulawesi Selatan perlu dilakukan
konservasi karena kepunahan ikan adalah sebuah masalah
besar untuk sumber daya alam. Upaya mi gasi atau
pencegahan untuk meminimumkan ancaman yang terjadi
harus segera dilakukan. Jika suatu spesies mendeka
ambang kepunahan, namun selama masih ada spesies yang
diprediksi akan punah tetap ada, maka masih ada waktu
untuk melakukan ndakan konservasi.
E D I S I 2
MSP MAGAZINE 31