MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Page 28

Prestasi Warga KMP MSP P restasi WARGA KMP MSP JUARA 2 LKTI KEMAREHABNAS BIOSORBENT BAHAN PENCEMAR PERAIRAN MENGGUNAKAN HEWAN SPONGE CLASS (DEMOSPONGIAE) DENGAN METODE TRANSPLANTASI FRAGMENT SPONGE DALAM BENTUK KEBUN Zaenal Abidin Al Aidid Nur Inda Sari S Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin Abstrak Biosorbent bahan pencemar perairan menggunakan hewan sponge class Demospongiae dengan metode transplantasi fragment sponge dalam bentuk kebun merupakan sebuah penelitian yang digunakan untuk mengatasi atau meminimalisir pencemaran air oleh limbah cair di perairan. Seiring berjalannya waktu dan semakin meningkatnya teknologi dengan berbagai jenis industri yang pastinya menghasilkan limbah dan lautan merupakan tempat bermuaranya semua limbah-limbah yang dibuang. Limbah cair merupakan masalah pengelolaan perairan yang tidak dapat ditunda-tunda penanganannya. Dari permasalahan tersebut, diperlukannya solusi untuk mengatasi dan meminimalisir perairan tercemar. Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan yaitu sponge sebagai hewan yang hidup sesil artinya yang menetap, dimana hewan ini dapat hidup dengan baik pada arus air yang kuat, Sponge dapat menyaring partikel yang sangat kecil (diameter < 50μm) yang tidak tersaring oleh hewan-hewan laut lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode “kebun sponge” beberapa spesies porifera dari class Demospongia yang digunakan atau ditransplantasikan dan dibuatkan tatanan seperti bentuk kebun. Metode transplantasi sponge dengan memotong secara in-situ disisakan sekitar 30% dari volume awal, untuk memberikan kesempatan beregenerasi. Fragmen sponge dipotong berbentuk kubus (5 x 5 x 5 cm3) dengan bobot rata-rata 25 gram. Tiap fragmen, paling sedikit mempunyai satu sisi yang tidak terpotong, dengan seluruh pinacoderm dan oskula. Setelah sponge dipotong sesuai ukuran, bagian tengahnya dilubangi kemudian dilewatkan seutas tali polyetheline (diameter 4 mm). Jarak antara satu fragmen spons dengan fragmen spons yang lainnya sekitar 20 cm. Setelah itu Fragmen dikaitkan pada seutas tali dan diikatkan pada kerangka besi beton berukuran 1x1 m2. Fragmen bertali kemudian diletakkan di dasar perairan berkarang dengan posisi horizontal dan diberi jarak yang dekat antara fragmen spons agar proses penyerapan dapat lebih optimal. Oleh karena itu, inovasi biosorbent bahan pencemar perairan menggunakan hewan sponge class Demospongiae dengan metode transplantasi fragment sponge dalam bentuk kebun dapat digunakan sebagai salah satu solusi mengatasi pencemaran yang terjadi pada perairan dengan memanfaatkan sponge yang merupakan hewan filter feeder . Kata kunci : Biosorbent, Sponge, Transplantasi 26 MSP MAGAZINE E D I S I 2