Prestasi Warga KMP MSP
P
restasi
WARGA KMP MSP
JUARA 2 LKTI KEMAREHABNAS
BIOSORBENT BAHAN PENCEMAR PERAIRAN MENGGUNAKAN HEWAN SPONGE CLASS
(DEMOSPONGIAE) DENGAN METODE TRANSPLANTASI FRAGMENT SPONGE DALAM BENTUK
KEBUN
Zaenal Abidin Al Aidid
Nur Inda Sari S
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
Universitas Hasanuddin
Abstrak
Biosorbent bahan pencemar perairan menggunakan hewan sponge class Demospongiae dengan metode
transplantasi fragment sponge dalam bentuk kebun merupakan sebuah penelitian yang digunakan untuk mengatasi
atau meminimalisir pencemaran air oleh limbah cair di perairan. Seiring berjalannya waktu dan semakin
meningkatnya teknologi dengan berbagai jenis industri yang pastinya menghasilkan limbah dan lautan merupakan
tempat bermuaranya semua limbah-limbah yang dibuang. Limbah cair merupakan masalah pengelolaan perairan
yang tidak dapat ditunda-tunda penanganannya. Dari permasalahan tersebut, diperlukannya solusi untuk mengatasi
dan meminimalisir perairan tercemar. Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan yaitu sponge sebagai hewan yang
hidup sesil artinya yang menetap, dimana hewan ini dapat hidup dengan baik pada arus air yang kuat, Sponge dapat
menyaring partikel yang sangat kecil (diameter < 50μm) yang tidak tersaring oleh hewan-hewan laut lainnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode “kebun sponge” beberapa spesies porifera dari class
Demospongia yang digunakan atau ditransplantasikan dan dibuatkan tatanan seperti bentuk kebun. Metode
transplantasi sponge dengan memotong secara in-situ disisakan sekitar 30% dari volume awal, untuk memberikan
kesempatan beregenerasi. Fragmen sponge dipotong berbentuk kubus (5 x 5 x 5 cm3) dengan bobot rata-rata 25
gram. Tiap fragmen, paling sedikit mempunyai satu sisi yang tidak terpotong, dengan seluruh pinacoderm dan
oskula. Setelah sponge dipotong sesuai ukuran, bagian tengahnya dilubangi kemudian dilewatkan seutas tali
polyetheline (diameter 4 mm). Jarak antara satu fragmen spons dengan fragmen spons yang lainnya sekitar 20 cm.
Setelah itu Fragmen dikaitkan pada seutas tali dan diikatkan pada kerangka besi beton berukuran 1x1 m2. Fragmen
bertali kemudian diletakkan di dasar perairan berkarang dengan posisi horizontal dan diberi jarak yang dekat antara
fragmen spons agar proses penyerapan dapat lebih optimal. Oleh karena itu, inovasi biosorbent bahan pencemar
perairan menggunakan hewan sponge class Demospongiae dengan metode transplantasi fragment sponge dalam
bentuk kebun dapat digunakan sebagai salah satu solusi mengatasi pencemaran yang terjadi pada perairan dengan
memanfaatkan sponge yang merupakan hewan filter feeder .
Kata kunci : Biosorbent, Sponge, Transplantasi
26 MSP MAGAZINE
E D I S I 2