Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Página 68
KESEHATAN
68
TAK KALAH PENTING UNTUK
DIPERHATIKAN
Lakukan pemeriksaan jaringan penyangga gigi secara
berkala. Penyakit jaringan penyangga gigi (periodotitis) hanya
dapat terdeteksi apabila dilakukan
pemeriksaan secara cermat.
Pemeriksaan jaringan penyangga gigi sangat penting bila:
a. Ada gejala penyakit jaringan penyangga gigi seperti
gusi berdarah spontan atau
gusi berdarah waktu sikat gigi,
pembengkakan gusi, gigi goyang
atau gusi terasa gatal.
b.
Ada riwayat penyakit jantung
dan pembuluh darah, diabetes,
penyakit saluran pernapasan,
osteoporosis.
c.
Berpikir untuk hamil.
d. Ada riwayat keluarga yang
menderita
penyakit
jaringan
penyangga gigi.
e.
Adanya sariawan yang tidak
kunjung sembuh dalam jangka
waktu 2 minggu.
BAGAIMANA BAKTERI PADA
GIGI DAN MULUT DAPAT
MENYEBAR KE ORGAN TUBUH
YANG LAIN?
Penyebaran penyakit gigi
dan mulut ke organ tubuh yang
lain dapat dipastikan dengan teori
fokal infeksi. Fokal infeksi terjadi
ketika bakteri atau mikroorganisme
yang berasal dari gigi dan
mulut
menyebabkan
infeksi
atau penyakit di bagian tubuh
yang lain. Infeksi pada akar gigi
maupun jaringan penyangga gigi
melibatkan lebih dari 350 bakteri
dan mikroorganisme. Di dalam
mulut hidup 6 milyar mikroba yang
berasal lebih dari 500 strain yang
berbeda. Yang terbanyak adalah
Candida albicans, Porphyromonas
gingivalis, Streptococcus mutans,
Actinobacillus actinomy cetemcomitans, Treponema denticola
dan
Streptococcus
sanguis.
Bakteri di dalam mulut ini
sebetulnya tidak menimbulkan
masalah jika jumlahnya seimbang
dan harmonis. Tetapi bisa menjadi
tidak harmonis apabila muncul
gangguan seperti gigi berlubang
(karies), penyakit jaringan penyangga gigi (periodontitis), penyakit radang gusi (gingivitis)
atau ada infeksi lainnya. Bakteri di
lubang gigi maupun pada gusi yang
rusak dapat masuk ke sirkulasi
darah lewat gusi yang berdarah.
BAKTERI
DALAM
MULUT
PICU TIMBULNYA PENYAKIT
JANTUNG DAN STROKE?
Hubungan bakteri dalam
mulut dengan penyakit jantung
akhir-akhir ini banyak diteliti,
terutama yang berkaitan dengan
bakteri endokarditis dan penyakit
jantung koroner. Bakteri tersebut
diduga
dapat
menyebabkan
infeksi di pembuluh darah yang
kemudian memicu timbulnya plak
(bercak) di pembuluh darah (arteri)
sehingga dapat meningkatkan
resiko serangan jantung dan
stroke. Bakteri yang ikut aliran
darah bisa memproduksi enzim
yang mempercepat terbentuknya
bekuan darah, sehingga mengeraskan dinding pembuluh darah
jantung (arterosklerosis). Bakteri
yang dapat melekat pada lapisan
lemak di pembuluh darah jantung
akan mempertebal lapisan tersebut menjadi plak, dan apabila
penebalan timbunan lemak terjadi
pada pembuluh jantung koroner,
maka disebut penyakit jantung
koroner. Bakteri ini dengan
mudah menyerang katup jantung
maupun otot jantung yang telah
melemah. Gejala adanya bacterial
endokarditis
berupa
demam,
bising jantung, perdarahan di
bawah kulit, bahkan penyumbatan
(emboli) pembuluh darah kecil di
organ-organ tubuh lainnya. Semua
keadaan tersebut menghambat
aliran darah serta penyaluran
sumber makanan dan oksigen ke
jantung sehingga jantung tidak
dapat berfungsi sebagaimana
mestinya.
Berdasarkan
beberapa
penelitian
disebutkan
bahwa
46% dari jumlah pasien yang kehilangan sampai 5 gigi akibat
penyakit radang gusi, mempunyai
plak di pembuluh darah nadi leher
dan 60% dari jumlah pasien yang
kehilangan 10 gigi atau lebih,
mempunyai plak pada pembuluh
jantungnya. Selain itu penelitian
lain menyebutkan bahwa dari sejumlah kasus penyakit jantung,
sebanyak 54% pasien mempunyai
riwayat penyakit jaringan penyangga gigi (periodontitis), dan biasanya pasien tersebut beresiko 2
kali lebih tinggi terkena penyakit
jantung koroner.© Drg. Juni Dyah
Juniar Hymawatty SpPM
Kepustakaan
1. Lynch MA. Disease of the
cardiovascular System in: Burket’s
Oral Medicine Diagnosis and
treatment, 10th ed.2003. Lippincot.
Philadelphia.p.664-86.
2. Sonis, Fazio and Fangvaluation and management of
patient with cardiovascular disease.
in : Principles and practice of oral
medicine. 2nd ed. WB Saunders
Company. Philadelphia.p.35-95.
3. Loesche W. The Link
Between Systemic conditions and
diseases and oral health, JADA
1998, Mar;129(3)301-11.
4. Morrison
HI,Ellison
LF,
Taylor GW. Periodontal disease
and risk of fatal coronary heart 8in
cerebrovascular disease. Journal
Cardiovascular Disease 1999
Feb,6(1)7-11.
5. Meyer DH< Fives Taylor
PH. Oral Pathogens-From dental
plaqueto cardiac disease (review),
Current opinion in microbiology
1998 Feb, 1(1):88-95.