Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Page 30

WAWANCARA 30 Ketika ditanya tentang bagaimana memanfaatkan waktu terhadap suami dan buah hatinya di rumah, sementara pada saat yang bersamaan ia juga harus disibukkan dengan berbagai aktivitas sebagai tenaga pendidik. Nenek berparas ayu dari dua orang cucu ini mengatakan, bahwa dalam mengatur waktu tentunya harus bisa berjalan beriringan. Saat menjalankan aktivitas sebagai tenaga pendidik fokuskan perhatian sebagai tenaga pendidik dan saat di rumah fokuskan perhatian untuk keluarga. Ajak keluarga baik suami maupun putra-putri untuk berkomunikasi dengan penuh kejujuran serta keterbukaan. “Saya ingin menjadi ibu yang membanggakan di mata anak-anak dan ingin anak saya termotivasi untuk menjadi sosok yang dapat dibanggakan oleh orang tua”, tutur cucu Pendiri Republik Indonesia Raden Supriadinata yang tergabung dalam Empat Serangkai dengan Ir. Soekarno. Sebagai istri Purnawirawan Perwira Tinggi TNI AL, wanita yang memiliki kegemaran travelling, membaca dan olahraga bola voli ini mengajak kepada segenap anggota Jalasenastri, agar tidak hanya fokus pada kedinasan atau sebagai ibu rumah tangga saja, akan tetapi harus pandai memanfaatkan waktu. Sebagai seorang ibu berupayalah terus untuk membekali diri dengan menuntut ilmu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Selanjutnya “Kembangkan bakat yang ada di dalam diri kita, agar kita tidak selalu bergantung kepada suami”, kata mantan pramugari di salah satu penerbangan terkenal di Indonesia pada era delapan Dr. (Cand) R. Ida Sundari, S.H., M.H. figur seorang ibu bagi anak-anaknya. puluhan. Menyinggung tentang sistem pendidikan kita, menurutnya ada yang perlu dibenahi infrastrukturnya, karena seperti yang sering kita lihat masih banyak sekolah-sekolah yang sangat memprihatinkan sekali kondisi fisiknya, bahkan banyak diantaranya yang tidak layak untuk melakukan aktivitas belajar mengajar di sana. Padahal kita tahu pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap orang terutama bagi anak cucu kita, karena pendidikan sebagai salah satu indikator maju mundurnya suatu bangsa. Untuk menciptakan hal ini, tentu perlu mendapatkan perhatian dari kita semua sehingga ke depan diharapkan pemerintah lebih memperhatikan kondisi sekolah yang ada saat ini, terutama yang ada di daerah-daerah terpencil. Untuk tenaga pendidik, di negeri kita, beliau melihat tidak kalah kualitasnya, dan ia menganggap sudah cukup baik. Indonesia memiliki banyak tenaga-tenaga guru berkualitas. Bahkan dulu Indonesia banyak mengirimkan tenaga pendidiknya ke luar negeri contohnya ke negeri jiran, sekarang malah terbalik, banyak orang Indonesia yang menyekolahkan putra-putrinya ke luar negeri. Sebenarnya tidak sulit