Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 63
bangsa Indonesia yang telah
ditebus oleh para pahlawan kita.
Harapan yang disampaikan
oleh Teto ini, kiranya di masa
yang akan datang akan tampil
lagi peserta Paskibraka Nasional
wakil dari provinsi mana pun yang
berasal dari keluarga TNI AL,
sehingga menunjukkan bahwa
disana ada putra putri keluarga TNI
AL yang berprestasi dan mampu
tampil membanggakan sebagai
putra putri terbaik Indonesia.
Kunjungan ke Jepang
Setelah
menjalankan
tugas sebagai Pasukan Pengibar
Bendera Pusaka pada peringatan
HUT ke 67 Republik Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 2012 di Istana
Merdeka, kami anggota Paskibraka
2012 mendapat kehormatan dari
Kementerian Pemuda dan Olah
raga untuk mengikuti kegiatan
Youth Exchange Project with
Asia-Oceania and North America
KIZUNA (Bond) Project 2012.
Dari 66 anggota Paskibraka
Nasional
keberangakatan
ke
Jepang dibagi dua gelombang.
Pertama berjumlah 42 orang dan
kedua 24 orang. Untuk gelombang
kedua akan diberangkatkan pada
awal tahun depan. Kebetulan
saya masuk dalam kelompok
gelombang pertama mengikuti
kegiatan KIZUNA (Bond) Project
2012 Batch I/Indonesia dari tanggal
23 September s.d. 3 Oktober 2012.
Kegiatan ini diikuti oleh
peserta dari berbagai Negara selain
Indonesia juga hadir dari RRC,
Korea Selatan, Mongolia, China
Taipei Selandia Baru, Kanada,
Australia, Amerika Serikat, dan
10 negara anggota ASEAN serta
Timor Leste dan negara yang ada
di wilayah Kepulauan Pasifik.
Tujuan dari program ini
adalah :
- Memberi informasi yang
akurat
kepada
masyarakat
Internasional mengenai kondisi
terkini
serta
upaya-upaya
rekonstruksi dan revitalisasi yang
telah dilakukan oleh pemerintah
Jepang pasca gempa bumi dasyat
serta Tsunami yang mengakibatkan
kerusakan
infrastruktur
dan
kerugian materi termasuk dampak
radiasi akibat rusaknya radiator
nuklir di wilayah timur Jepang.
- Sesuai
dengan
judul
program ini yakni KIZUNA yang
berarti “mempererat pertalian”,
maka kegiatan dalam program ini
juga ditujukan untuk mempererat
perasaudaraan khususnya antara
pemuda Indonesia dan Jepang
serta sebagai bentuk empati
pemuda Indonesia kepada korban
bencana tersebut.
Peserta
KIZUNA
juga
mendapat
kesempatan
untuk
melihat dan mengunjungi daerahdaerah
terdampak
bencana
antara lain prefektur Iwate, Miyagi,
Fukushima dan Ibaraki. Selain itu
juga prefektur Hokkaido, Aomori,
Chiba, Tochigi, dan sebagian
wilayah prefektur Nagano. Kegiatan
utama kami di Tokyo dalam bentuk
menerima
ceramah/penjelasan
tentang dampak gempa dasyat
wilayah timur Jepang dan tsunami
serta upaya rekonstruksi dan
revitalisasi yang telah dilakukan,
obsevasi/kunjungan
ketempat
bencana gempa bumi dan tsunami,
interaksi dengan penduduk korban
bencana alam dan kunjungan ke
beberapa sekolah.
Secara
umum
kondisi
daerah dampak bencana gempa
bumi dan tsunami sudah berangsur
kembali normal. Infrastruktur yang
rusak atau hancur telah dibangun
kembali, perindustrian, pertanian,
maupun usaha perikanan telah
kembali berjalan juga kegiatan
bisnis, pariwisata, pendidikan
mulai pulih kembali juga obyek
wisata yang sangat mempesona.
Dengan adanya kunjungan
ini, tentu menjadi pengalaman yang
sangat berharga bagi kami yang
patut dicontoh dalam kehidupan
sehari-hari, dimana penduduk
Jepang umumnya sangat disiplin
dalam berbagai hal, baik disiplin
waktu, berlalu lintas di jalan raya,
disiplin
dalam
menggunakan
fasilitas umum, disamping itu
masyarakat Jepang juga sangat
peduli dengan kebersihan, dan
menjaga fasilitas publik yang ada
(merasa memiliki) sehingga tidak
ada fasilitas publik yang rusak atau
terbengkalai, sangat menghargai
satu sama lain. Survival spirit
bangsa Jepang sangat kuat,
walau sumber daya alam mereka
terbatas dan seringnya mengalami
bencana, namun mereka dapat
tumbuh menjadi salah satu bangsa
yang maju di dunia dan sangat
diperhitungkan.
Melalui kegiatan Paskibraka
Nasional 2012 dan program
pertukaran pemuda dalam KIZUNA
(Bond) Project 2012 di Jepang,
banyak hal yang saya peroleh
berkait dengan rasa nasionalisme
yakni
semangat
sebagai
generasi muda untuk bangkit dan
memajukan Indonesia, sebagai
bangsa yang besar dan disegani
dimata dunia.
Akhirnya sebagai generasi
muda penerus bangsa, hendaknya
dengan tekad dan semangat yang
tinggi serta berkemauan keras
kita harus bangkit, mengingat
negeri kita sangat kaya dengan
sumber alamnya yang melimpah
untuk dikelola dengan baik akan
dapat membuahkan masyarakat
Indonesia untuk hid