Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 61

rasa bangga dan menghargai negaranya serta cinta pada bangsanya. Salah satu wadah untuk menumbuh kembangkan rasa nasionalisme dan membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa besar adalah melalui kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Melalui kegiatan Paskibraka para pemuda yang terpilih mewakili 33 provinsi ini, digembleng baik secara fisik, intelektual maupun mental spiritual. Para pemuda yang terlibat dalam kegiatan Paskibraka ini adalah putra putri terbaik yang terpilih dari seleksi yang berlangsung mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Masing-masing provinsi mengirimkan dua orang wakil (putra putri) yang berasal dari dua kabupaten di wilayahnya sebagai utusan ke tingkat nasional yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam upacara peringatan kemerdekaan RI ke 67 tahun 2012, salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Merdeka adalah FX.Tetuko Zlatoper Winanda Sagala berasal dari keluarga TNI AL putra kedua dari pasangan Kolonel Laut (P) Darwin Sagala, S.H. yang berdinas di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Cipulir, Jakarta dan Wulandari S.H., M.H. Saat ditemui Cakrawala, Teto, panggilan akrabnya menuturkan bahwa ia bangga bergabung bersama rekan-rekan dari berbagai pelosok nusantara terpilih sebagai peserta Paskibraka Nasional dan saat ini masih duduk di kelas XI IPA 1 SMA Bunda Hati Kudus Kota Wisata, Gn. Putri, Bogor. Menurut Teto yang bercitacita menjadi taruna AAL ini, untuk bisa sampai pada tingkat nasional harus melalui rangkaian seleksi yang sangat ketat dan melelahkan baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Seleksi tingkat kabupaten sudah dimulai sejak bulan Februari 2012, dimana untuk tingkat kabupaten peserta yang mengikuti seleksi sebanyak 834 siswa yang merupakan pelajar kelas I atau kelas II SMA atau sederajat baik negeri maupun swasta yang berada di Kabupaten Bogor. Dari 834 siswa yang ikut seleksi tersebut, 56 siswa dinyatakan lolos di tingkat kabupaten. Selanjutnya dari 56 siswa terpilih 4 siswa terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung. Di tingkat provinsi, seleksi diikuti 104 siswa dari 27 kabupaten se Jawa Barat dan dari 104 siswa tersebut terpilih 1 putra dan 1 putri terbaik untuk mewakili provinsi Jawa Barat ke tingkat Nasional. Ada pun materi seleksi meliputi PBB, samapta, pengetahuan umum, pengetahuan tentang kabupaten dan provinsi, adat dan seni budaya Jawa Barat (Sunda), menguasai 1 atau beberapa keterampilan tertentu baik kesenian maupun olahraga, mempunyai prestasi di bidang seni maupun olahraga, menguasai 1 atau beberapa bahasa asing selain bahasa daerah (Sunda), pengetahuan tentang etika serta pengetahuan bela negara. Selain itu nilai akademik (raport) juga menjadi faktor yang menentukan lolos tidaknya siswa tersebut ke tingkat nasional. Saat diumumkan dan dinyatakan lolos mewakili Provinsi Jawa Barat bersama Elvira siswi dari SMA Purwakarta Kelas 2 IPA. “Saya sangat bangga dan bersyukur pada Tuhan, ini merupakan kebanggaan tersendiri buat saya dan keluarga”, ujar Teto yang gemar dengan olah raga bela diri taekwondo. Seluruh wakil setelah dinyatakan lolos seleksi dan menjadi wakil dari masing-masing provinsi, berjumlah 66 pemuda putra dan putri dari 33 provinsi, selanjutnya dikumpulkan dalam pusat pelatihan di PPPON Cibubur. Kegiatan pelatihan didahului dengan upacara Tantingan yang sudah merupakan tradisi sebelum para peserta memasuki “Desa Bahagia” (tempat pelatihan). Pelatihan sendiri dilaksanakan selama satu bulan dari tanggal 16 Juli s.d. 16 Agustus 2012 dengan kegiatan harian dimulai dari pukul 03.00 pagi hingga 22.00 malam. Pemusatan pelatihan ini diisi FX Tetuko Zlatoper Winanda Sagala berjabat tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Cakrawala Edisi 412 Tahun 2012 61