Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 56
INFO
56
PENTINGNYA MEMPELAJARI
BAHASA INGGRIS SEJAK USIA DINI
Perwira Dispenal saat mengikuti
pendidikan di Kanada
Mengapa
Bahasa
Inggris
penting untuk dipelajari?
Memasuki era globalisasi
ini, Bahasa Inggris tidak dianggap
sesuatu yang asing lagi bagi pelajar
di Indonesia. Dulu Bahasa Inggris
dianggap sebagai mata pelajaran
yang sulit untuk dimengerti. Seiring
dengan perkembangan tekhnologi
yang menuntut kebutuhan untuk
dapat menguasai Bahasa Inggris,
kurikulum di dunia pendidikan
mulai mengalami perubahan.
Bahasa Inggris yang semula diperkenalkan kepada siswa SMP,
sekarang sudah diperkenalkan
kepada siswa SD bahkan siswa
yang masih duduk di bangku
Taman Kanak-Kanak atau play
group sudah mulai diperkenalkan
dengan bahasa asing ini walau
konteks pembelajarannya masih
belajar sambil bermain.
Besarnya kebutuhan untuk
mempelajari Bahasa Inggris telah membuat banyak lembaga
pendidikan non-formal (English
course) berkembang pesat. Pendidikan formal juga sudah mulai
membuat kurikulum untuk kelas
yang
berbasis
Internasional.
Orang tua mulai menyadari betapa
pentingnya
menguasai
Bahasa Inggris untuk anakanaknya sehingga mereka sibuk
memasukkan anak-anaknya ke
lembaga pendidikan non-formal
dengan harapan jam belajar
yang bertambah akan menambah
penguasaan ilmu pengetahuan.
Mengapa Bahasa Inggris penting dipelajari sejak usia dini?
Mempelajari Bahasa Inggris
sebagai bahasa kedua perlu
dipelajari sejak usia dini sebelum
individu memasuki masa pubertas.
Apabila telah mencapai masa
pubertas akan banyak kendala
yang dihadapi sehingga hasil yang
diperoleh tidak maksimal, terutama
dalam menguasai pronunciation
atau lafal mengucapkan bahasa
asing tersebut.
Seorang ahli Bahasa Inggris,
Lenneberg (1967:116) mengatakan , “there was a neurologically
based “critical period”, which
complete mastery of language, but
it is no longer possible, because
it will end around the onset of
puberty”. Menurut Lenneberg,
seorang
individu
mempunyai
masa penting (periode sensitif)
untuk dapat dengan mudah dan
cepat menguasai bahasa, yang
disebut dengan “critical period”
pada saat individu tersebut belum
memasuki masa pubertas. Ketika
masa pubertas itu datang maka
“critical period” memudar sehingga
akan mengalami kesulitan untuk
menguasai bahasa asing tersebut.
Pakar Bahasa Inggris lainnya,
Lightbown & Spada (1999:60)
melakukan observasi terhadap
anak-anak dari keluarga imigrasi
yang datang dari negara lain
dan menetap di USA. Penelitian
tersebut menemukan bahwa anakanak imigrasi tersebut yang belum
mencapai masa pubertas, dapat
berbicara dalam Bahasa Inggris
dengan pronunciation yang bagus
seperti native speaker. Sedangkan
orang tuanya tidak dapat mencapai
kemampuan seperti anak-anaknya. Memang para orang tua tersebut dapat berbicara dengan
lancar tetapi mereka mempunyai
kesulitan dalam pronunciation, pemilihan kata, dan grammar yang
seharusnya digunakan.
Masalah selanjutnya yang
timbul
adalah
psychological
factor. Individu yang mulai mempelajari Bahasa Inggris ketika
sudah mencapai masa pubertas
akan dipengaruhi oleh masalah
psikologi. Karena mereka mempunyai motivasi yang berbeda
dengan anak-anak. Kalau anakanak belajar Bahasa Inggris sambil
bermain dan dalam suasana yang
rileks, tidak demikian halnya
dengan orang dewasa yang mempelajari Bahasa Inggris. Individu
yang sudah mencapai masa pubertas mempunyai kemampuan
untuk membaca dan menganalisa