Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 53
Cara Kerja Radiasi dalam
Teknologi Komunikasi
Pemancaran Data Informasi
Saat pengguna ponsel sedang
melakukan
komunikasi,
gelombang sinyal suara yang dihasilkan dari pengguna ponsel
akan merambat di udara. Gelombang sinyal suara tersebut akan
diterima oleh microphone untuk
diubah menjadi gelombang elektromagnetik dan akan dilanjutkan
kepada bagian audio processor
untuk dikuatkan dan diproses.
Jika pengguna ponsel melakukan
SMS, maka perintah yang diketik oleh pengguna ponsel kepada
keyboard akan di proses oleh CPU
(Central Proccesor Unit).
Sinyal data informasi akan
dicampur dengan sinyal pembawa oleh RF (Radio Frequency)
processor. Sinyal pembawa pada
teknologi GSM mempunyai kisaran
frekuensi 900-1900 MHz. Sinyal
data informasi yang sudah dicampur dengan sinyal pembawa akan
diterima oleh base station. Jarak
ponsel kepada base station cukup
jauh. Maka sinyal tersebut harus
betul-betul kuat agar dapat diterima oleh base station. Maka sinyal
tersebut harus diperkuat oleh PA
(Power Amplyfier). Bila penguatan
akhir pada bagian pengiriman tidak
berfungsi dengan baik maka ponsel tidak akan bisa meregistrasikan
jaringan kepada operator.
Setelah dikuatkan, sinyal
akan dilanjutkan kepada antena
switch untuk dihubungkan kepada
antena. Antena switch dapat
dianalogikan seperti bandara, di
mana pada bagian transmisi data
informasi pada ponsel terdapat
dua jalur, yaitu penerimaan
dan pemancaran. Maka tanpa
adanya antena switch, sinyal
yang diterima dengan sinyal yang
akan dipancarkan akan saling
bertabrakan. Sinyal selanjutnya
akan dipancarkan melalui antena
kepada base station.
Penerimaan Data Informasi
Sinyal informasi yang dipancarkan base station akan diterima
terlebih dahulu oleh antena ponsel.
Selanjutnya akan diteruskan kepada antena switch untuk diteruskan
kepada LNA.
Agar sinyal dapat diterima
dengan baik oleh bagian RF, sinyal
yang dipancarkan oleh base station
akan dikuatkan terlebih dahulu
oleh LNA (Low Noise Amplyfier).
LNA juga dapat berfungsi sebagai
pemotong noise (desah).
Sinyal yang dihasilkan oleh
LNA masih tercampur dengan
sinyal pembawa. Agar dapat
diproses oleh bagian DSP (Digital
Signal Proccesor) maka sinyal data
informasi harus dipisahkan terlebih
dahulu oleh RF processor. System
ini dinamakan dengan demodulasi.
Sinyal data informasi akan
dikonversikan menjadi berbentuk
sinyal digital. Pada bagian RF,
sinyal masih menggunakan berbentuk analog sedangkan pada
bagian prosesor utama karakternya
berbentuk digital.
Selanjutnya sinyal data informasi yang telah dikonversikan
akan dilanjutkan kepada bagian
prosesor utama (CPU). Bila sinyal
data informasi tersebut adalah suara maka akan dilanjutkan kepada
audio amplifier. Sinyal audio tersebut akan diubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya
akan dihubungkan kepada speaker
agar sinyal elektromagnetik tersebut menjadi sinyal suara yang merambat di udara agar dapat didengar oleh telinga manusia.
Energi Radiasi dari Ponsel
Pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel memiliki
frekuensi antara 450–1800 MHz,
yaitu termasuk dalam daerah
gelombang mikro. menurut perhitungan menunjukkan bahwa quantum energi yang ditimbulkan oleh
radiasi elektromagnetik ponsel,
secara kuantitas relatif masih kecil
karena hanya berkisar sepersejuta
elektron volt. Namun kalau jarak
sumber radiasi dengan materi,
yaitu jarak antara ponsel dengan
kepala (khususnya telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi
elektromagnetik yang dipancarkan
oleh ponsel tidak boleh diabaikan
begitu saja. Alasannya adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi
(kepala khusus bagian telinga),
akan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak, artinya makin dekat
dengan sumber radiasi (ponsel)
akan makin besar radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau
waktu berbicara melalui ponsel
diperhitungkan, maka akumulasi
dampak radiasi akibat pemakaian
ponsel perlu dicermati lebih jauh
lagi.
Dampak Radiasi Ponsel pada
Kesehatan
Ponsel menggunakan gelombang elektromagnetik dalam
mengirim dan menerima pesan.
Gelombang elektromagnetik ini
dapat menyebabkan pemanasan pada jaringan tubuh. Jaringan tubuh dipanaskan oleh rotasi
dari molekul polar yang disebabkan oleh medan elektromagnetik. Pada saat seseorang sedang
menelepon dengan ponsel, efek
pemanasan ini akan terjadi pada
permukaan kepala dan mengakibatkan kenaikan suhu. Otak memiliki kemampuan untuk membuang
kelebihan panas melalui sirkulasi
darah. Namun, kornea mata tidak
memiliki pengaturan suhu dan dari
percobaan pada kelinci, ditemukan
bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan katarak.
Pengamatan lebih jauh
mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh
manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi
elektromagnetik yang ditimbulkan
oleh radar. Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi
molekul air yang ada dalam tubuh
manusia. Sel-sel yang terdapat
Cakrawala Edisi 412 Tahun 2012
53