"
"
“ Bisa dibayangkan jika penanaman dilakukan hingga tiga kali per tahun, maka berapa juta ton yang bisa dihasilkan daerah. Selain padi kita juga mengembangkan kedelai mutiara, yang lebih baik dari kedelai biasa,” kata Professor Dwi yang kini menjabat Kepala BPP Kaltim itu.
Terkait wacana pembangunan Area PUSTIN, Kepala Bidang Kesra BPP Kaltim Nur Albarkati ikut bicara. Pembangunan Nuclear Industrial and Science Techno Park( PUSTIN) yang di dalamnya akan dibangun reaktor nuklir, merupakan program jangka panjang Kaltim. Sementara untuk saat ini apa yang dilakukan BPP Kaltim masih berfokus pada memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kaltim.
“ Nuklir tidak hanya menghasilkan varietas tanaman padi yang sudah dijelaskan tadi, termasuk pengawetan lebih lama terhadap buah-buahan yang cepat busuk misalnya, atau terhadap sayur-sayuran. Nah, pembangunan nuklir sedang kita arahkan ke sana,” tegas Nur.
Nur menambahkan, keberadaan PUSTIN pada masa mendatang akan berfungsi sebagai sarana pendukung pengembangan berbagai teknologi baik dari kesehatan, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
“ Fasilitas ini akan mendukung pengembangan inovasi hingga penelitian menggunakan teknologi nuklir. Sebagai contoh, di dunia kesehatan kita mengenal rontgen merupakan salah satu teknologi yang dihasilkan dari nuklir. Masyarakat tidak sadar tentang itu, dan sangat bermanfaat,” ujar Nur.
Tawaran dari Negara Lain
Menguatnya isu pembangunan kawasan nuklir di Kaltim, membuat negara-negara dengan industri nuklir terbesar berbondong-bondong menawarkan kerja sama energi nuklir, baik kepada Pemerintah Kaltim maupun kepada Presiden Joko Widodo.
Dwi Nugroho mengatakan beberapa Perusahaan Energi Nuklir seperti Rosatom, Rusia, dan China General Nuclear Power Corporation( CGN), China, telah menawarkan kerja sama pemanfaatan energi nuklir kepada Kaltim. Rosatom menawarkan pendirian sebuah cabang industri nuklir yang termasuk di dalamnya pusat penelitian, pusat pelatihan tenaga kerja, penggunaan nuklir di bidang medis, dan untuk tujuan ilmiah lainnya. Rusia menegaskan bahwa PLTN yang dibangun Perusahaan Energi Nuklir Negara Rusia Rosatom sesuai dengan standar umum keselamatan nuklir, dan tidak hanya aman untuk masa kini, tetapi juga untuk masa depan.
Tidak jauh beda dengan Rasatom, CGN kian agresif mendekati Pemerintah Kaltim. Selain kedua perusahaan besar tersebut, negara seperti Perancis dan Amerika kian instens melakukan pendekatan. Beberapa calon investor dibidang nuklir beralasan, energi nuklir adalah solusi konkret bagi pembangunan bangsa. Mengingat, jumlah pertumbuhan dan kebutuhan energi yang semakin lama semakin meningkat di Indonesia, dan biodiesel tidak mungkin lagi memecahkan masalah kebutuhan energi.
Nur Albarakati mengatakan masyarakat harus mulai mengubah paradigma tentang nuklir. Di berbagai negara, nuklir tidak lagi dipandang sebelah mata. Negara-negara berkembang mulai menggunakan nuklir untuk kesejahteraan bangsanya.
"
“ Saat ini Bangladesh saja bangun nuklir, India tidak mau ketinggalan, negara kita lebih mampu dan maju dari pada mereka. Kita harus mulai membuka mata, 30 persen energi Korea dari nuklir. Selain itu Malaysia juga akan menjadi pemasok listrik di ASEAN dengan energi nuklirnya,” terang Nur.
Dalam beberapa kesempatan, banyak anggapan terkait bahaya yang ditimbulkan dari nuklir. Mereka selalu mencontohkan kejadian di Fukushima, Jepang. Namun hal itu ditampik oleh Nur yang mengatakan, kejadian di Jepang merupakan kesalahan teknis yang bisa diatasi sangat sederhana. Terkait alasan, Indonesia sebagai daerah yang rawan bencana, Nur mengilustrasikan logika sederhana.
“ Jepang negara yang rawan gempa saja membangun PLTN, kenapa Indonesia tidak. Sementara jika ada lagi alasan bahwa uranium berbahaya. Indonesia bisa membangun reaktor dengan bahan thorium yang jauh lebih aman dari uranium, meski sebenarnya uranium tidak berbahaya jika di alam bebas,” ucap Nur.
Nur juga mempertanyakan sikap para aktivis yang menganggap berbahaya untuk masyarakat, sementara wacana Malaysia membangun reaktor di negaranya yang berada di Kalimantan, sama sekali tidak pernah mendapat penolakan.
Komitmen BPP Kaltim mengawal pembangunan nuklir juga ditunjukkan dengan membentuk sebuah perkumpulan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia( HIMNI), yang secara rutin melakukan diskusi. HIMNI juga tidak jarang diundang oleh pihaK PLTN China.
BPP Kaltim pun saat ini tengah membuat roadmap terkait PUSTIN tersebut, yang diperuntukkan jangka panjang. Pihak BPP Kaltim terus memberikan paparan mengenai wacana pembangunan tersebut kepada Kemenristek dan Dikti serta kepada Bappenas. Agar mendapat dukungan sebelum melanjutkan ke pihak Presiden Joko Widodo.
BPP Kaltim berpikir lebih jauh, nuklir sama sekali tidak membahayakan. Justru dalam beberapa bidang seperti kesehatan, industri atau pertanian nuklir sangat bermanfaat.
"
“ Mengenai hal tersebut pihak BPPT dan Batan sudah kompak. Sudah mulai ada lampu hijau dari mereka terkait pengakijan mengenai PUS- TIN yang jangka panjangnya adalah PLTN,” tukas Dwi.
Wacana pemanfaatan energi nuklir patut didukung jika untuk kesejahteraan dan kedamaian manusia. Jangan sampai ketika cita-cita bersama membangun nuklir sebagai energi terbarukan yang menyejahterakan dan dapat memperbaiki lingkungan sudah tercapai. Justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi tanpa menghiraukan dampak negatif yang selama ini dikhawatirkan banyak pihak.
Yang mudah dipahami oleh kita bersama adalah nuklir seharusnya bisa menjadi energi yang dikelola untuk kemakmuran rakyat. Ketika nuklir menjadi barang komoditas dan dimiliki segelintir pihak swasta, yang terjadi adalah penjajahan model baru yang tidak hanya melibatkan kapitalisme global, tetapi kejahatan luar biasa yang akan ditimbulkan.( msr)
VOLUME 1 NO 3 | AGUSTUS 2016 27