PROFIL BPP DAAERAH
PROFIL BPP KALTIM
NUKLIR UNTUK RAKYAT
Kepercayaan untuk mengawal program nuklir dari Gubernur Kaltim tidak di siasiakan oleh BPP Kaltim. di tengah pro kontra wacana energi nuklir, BPP Kaltim mampu mengubah nuklir menjadi sesuatu yang berbeda. Nuklir pun tidak lagi dikaitkan dengan reaktor dan sesuatu yang mengkhawatirkan oleh masyarakat.
Meledaknya reaktor nuklir( PLTN) di berbagai belahan dunia membuat kekhawatiran sejumlah masyarakat. Khususnya masyarakat anti nuklir, akan rencana pembangunan berbagai hal yang berkaitan dengan energi nuklir. Tanpa alasan apapun, Nuklir tidak ayal dianggap sebagai energi berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia.
Para aktivis lingkungan semakin terang-terangan menunjukkan penolakannya, tatkala Pemerintah Kalimantan Timur kian terbuka dengan wacana pengembangan nuklir di daerahnya. Keterbukaan Pemerintah Kaltim terlihat dari beberapa program yang digagasnya berupa rencana pembangunan Pusat Sains Teknologi dan Industri Nuklir( PUSTIN) dengan mengambil lokasi di Kawasan Industri Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara( PPU).
Berangkat dari permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim sejak 2013, memberikan perintah kepada Badan Penelitian dan Pengembangan( BPP) Kaltim untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait nuklir tersebut. BPP Kaltim pun hingga saat ini telah mengawal program kelitbangan yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh BPP Daerah lain di Indonesia. Program tersebut adalah penelitian kebijakan pemanfaatan Iptek nuklir untuk kesejahteraan masyarakat. Program tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan program berikutnya yaitu pengembangan diseminasi kawasan industri nuklir di Kabupaten PPU seluas 20 Ha.
Dalam rangka Sosialisasi Permendagri No 17 Tahun 2016, di Hotel Orchardz Industry Jakarta Kepala BPP Kaltim Dwi Nugroho Hidayanto mengatakan, BPP Kaltim tengah melakukan penelitian lebih jauh tentang pemanfaatan energi nuklir. Pihaknya akan selalu mendukung program Pemerintah Kaltim khususnya yang telah diamanatkan kepada BPP Kaltim.
Menurut Dwi, BPP Kaltim berpikir lebih jauh, nuklir sama sekali tidak membahayakan. Justru dalam beberapa bidang seperti kesehatan, industri atau pertanian nuklir sangat bermanfaat. Program-program itulah yang kemudian dikembangkan oleh BPP Kaltim untuk diperkenalkan kepada masyarakat mengenai manfaat nuklir. Lebih lanjut kata Dwi, karena nuklir tidak melulu masalah reaktor yang dianggap angker oleh sebagian masyarakat.
“ Jadi, jika bicara nuklir bukan hanya difungsikan untuk membangun PLTN, tetapi bidang lainnya, contohnya ketahanan pangan dan kesehatan,” ujar Dwi Nugroho Hidayanto.
Seiring dengan upaya-upaya tersebut dan hasil-hasil penelitian, teknologi nuklir kian dikenal di kalangan masyarakat, khususnya di Kaltim. Melalui penelitian Demontration Plot( Demplot)( suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan) yang dilaksanakan, BPP Kaltim memperkenalkan varietas padi Sidenuk yang bibitnya dihasilkan BATAN. Varietas padi tersebut kini mampu memproduksi 7,5 ton per hektar setiap panen. Hal tersebut sekaligus membuktikan, nuklir sangat bermanfaat dan telah menghasilkan varietas-varietas unggul yang mampu beradaptasi dengan baik di wilayah Indonesia.
26 VOLUME 1 NO 3 | AGUSTUS 2016