lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Misalnya dibarengi dengan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei, karena penelitian itu bagian dari pendidikan. Tidak perlu terlalu hura-hura atau sifatnya hanya ceremonial belaka,” tandasnya.
Beberapa saran dan masukan tentang penetapan Hari Peneliti Nasional tersebut memang sangat membantu. Mereka berharap semoga segala masukannya menjadi pertimbangan serius Kepala BPP Kemendagri ke depan. Sehingga dapat menciptakan wujud nyata dari wacana Hari Peneliti Nasional.
Tidak sekadar perayaan
Sementara itu, saat ditanya akan diisi apa nantinya di Hari Peneliti Nasional itu, jawaban mereka sangat beragam. Ada yang menginginkan perlombaan karya ilmiah, ada yang ingin diisi oleh permainan edukatif sambil orasi, ada juga yang menginginkan penghargaan jangka panjang kepada para peneliti.“ Siapkan dana, buat perlombaan karya ilmiah yang topik penelitian semua orang bisa ikut. Undang semua orang, buat kegiatan yang memotivasi. Bekali peneliti bagaimana cara penulis. Selain itu, ada reward untuk peneliti,” saran Nadeak.
Sementara itu, Ros lebih senang Hari Peneliti itu lebih diisi dengan permainan edukatif dan orasi kebijakan, sambil menunggu hasil pengumuman lomba karya ilmiah.“ Ada games yang mengasah kerja sama peneliti, orasi kebijakan, dan perlombaan karya tulis ilmiah,” saran Ros.
Lalu Hadi sendiri berharap, ada semacam pameran dari daerah yang dapat ditunjukan melalui Hari Peneliti tersebut, sehingga pemerintah pusat dapat lebih kaya lagi dalam menilai potensi-potensi inovasi berbasis riset yang ada di daerah.
Dari ketiga masukan tersebut, sejatinya mereka semua sepakat, Hari Peneliti Nasional tidak hanya diciptakan sebagai hari perayaan saja. Ada harapan-harapan yang terselimut untuk kesejahteraan jangka panjang peneliti.“ Penelitian itu ada, karena untuk mengetahui apa yang belum diketahui orang. Oleh karena itu, perlu hari penelitian ini untuk mengingatkan orang bahwa segala sesuatunya itu perlu ditelusuri terlebih dahulu secara ilmiah melalui penelitian,” harap Nadeak.
Harapan yang sama juga dicetuskan oleh Hadi, dia berharap BPP Kemendagri bisa serius dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut dan bisa menjadi tonggak sejarah adanya penghargaan dan pengakuan karya-karya penelitian.“ Dari hari itu, ada
solusi bagaimana mengangkat persoalan peneliti. Harapannya ada tidak sekadar event pameran, tapi ada semacam deklarasi yang sukses. Semoga!” harap Hadi.( IFR)
VOLUME 1 NO 4 | OKTOBER 2016 25