MENDAGRI LANTIK 11 PEJABAT BPP KEMENDAGRI
SIKERJA TERAPKAN DISIPLIN DAN OUTPUT KERJA
Badan Penelitian dan Pengembangan( BPP) Kemendagri menyelenggarakan sosialisasi simulasi e-Sikerja, selama tiga hari berturut-turut dari Senin, 19 September hingga Rabu 21 September 2016 di Aula BPP Kemendagri
Sosialisasi hari pertama diikuti oleh para pejabat Kepala Pusat, Kepala Bidang, dan Bagian, serta para Kasubag dan Kasubid yang ada di lingkungan BPP Kemendagri. Acara dibuka langsung oleh Plt. Kepala BPP Kemendagri Domoe Abdie, dan juga narasumber Cheka Virgowansyah, Kabag Jabatan Karier Setjen Kemendagri sebagai narasumber. Seluruh peserta yang berjumlah lebih dari 45 peserta tersebut nampak hadir dan mengikuti kegiatan dengan hikmat sambil membawa laptop dan komputer masing-masing.
Sikerja sendiri sebelumnya telah diperkenalkan sejak awal 2016 sebagai program tunjangan berbasis kinerja. Program tersebut semakin dimantapkan dan akan diterapkan secara efektif pada awal 2017 mendatang. Aplikasi Sikerja akan menentukan besaran kinerja setiap pejabat, besaran tunjangan pejabat tidak akan sama, karena sesuai disesuaikan dengan kinerja yang ia lakukan setiap hari.
Menurut Domoe Abdie, program tersebut merupakan satu kemajuan di lingkungan Kemendagri sebagai salah satu manifestasi dari disiplin kerja.“ Di sini prestasi kerja menjadi penting, kedisiplinan akan terlihat secara nyata. Menjadi adil kalau tunjangan besar bagi pejabat dan pegawai yang disiplin,” ucap Domoe.
Kepala Bagian Jabatan Karir Setjen Kemendagri, Cheka Virgowansyah juga menjelaskan., mulai 20117 pejabat Kemendagri sudah tidak bisa lagi datang terlambat atau bekerja sesuai dengan output yang dihasilkan.“ Persentasenya adalah 50 persen kedisplinan, dan 50 persen adalah output kerja seharian. Jadi apabila bapak / ibu datang terlambat satu menit saja, maka tunjangannya akan dipotong sebesar satu persen, hal itu tidak dipengaruh diganti atau tidaknya jam kerja,” jelasnya.
Selain itu, agar para pejabat tidak lagi kaget dengan sistem penilaian kinerja baru, selama empat bulan terakhir Sikerja sudah diterapkan secara rutin oleh semua komponen Kemendagri.“ Bapak-ibu nanti akan memasukan apa saja yang sudah dilakukan selama 5 setengah jam kerja, lalu atasan akan menilai, dan akan dihitung berapa jumlah Tunjangan Kinerja yang akan bapak-ibu terima, nanti akan terlihat,” paparnya.( IFR)
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo Jumat siang hari resmi melantik sejumlah pejabat Kemendagri, tidak terkecuali BPP( Badan Penelitian dan Pengembangan) Kemendagri.
Terdapat 11 pejabat BPP yang resmi dilantik bersama 163 pejabat lainnya di seluruh komponen. Di antaranya, Yuddy Kuswanto yang menjadi Kabag Pembinaan Jabatan Fungsional, Kepegawaian, dan Sistem Prosedur serta Evaluasi Kinerja ASN.
Selain itu, Pusat Otda dan Polpum melantik tiga Kabid, yakni Heriyandi Roni, sebagai Kabid Otonomi Daerah, Yohanes Sena Kabid Politik, dan Susanto Kabid Pemerintah Umum.
Pusat Inovasi Daerah memiliki tiga Kabid yang dilantik, yakni Teguh Narutomo sebagai Kabid SDM, Achmad Jani Rivai Yusuf Kabid Kelembagaan dan Ketatalaksanaan, dan Zaenal Arifin, Kabid Pengembangan Inovasi Daerah.
Mendagri juga melantik empat Kabid lainnya yang mengisi Pusat Litbang Adwil, Pemdes, dan Kependudukan, serta Pusat Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah.
Kepada para penajabat yang baru di lantik, Mendagri berpesan agar seluruh pejabat dapat berkomitmen tinggi terhadap pekerjaannya, menjaga rahasia negara, dan tidak mencoreng nama lembaga dengan korupsi atau melanggar kode etik pejabat.
“ lurus, semuanya sama-sama harus |
mempunyai komitmen dan melayani |
masyarakat |
dengan |
baik” |
tandas |
Tjahjo.( IFR) |
|
|
|
VOLUME 1 NO 4 | OKTOBER 2016 9