neliti kami,” tambahnya. Menciptakan inovasi
Tidak hanya aktif turut menunjang peran pemerintah daerah, rupanya BPP Sumut juga telah lama mengembangkan SIDa( Sistem Inovasi Daerah). Namun, SIDa BPP Sumut masih berada di bawah naungan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Seperti dilakukannya hilirisasi sawit untuk menghasilkan biogas dengan bekerja sama dengan PPKS( Pusat Penelitian Kelapa
Sawit).
” Dari pengembangan kelapa sawit, dan beberapa inovasi lainnya seperti biogas dari kotoran sapi, kami pernah mendapatkan penghargaan Budipura dari Kemenristek dan Dikti. Penghargaan itu merupakan penghargaan untuk daerah yang berhasil menciptakan SIDa dan berinovasi dengan baik,” terangnya.
Lahirnya RPP Inovasi Daerah yang juga tengah dirancang oleh induk BPP Daerah, yakni BPP Kemendagri ini, diharapkan oleh Afif dan kawan-kawan dapat bersinergi dengan program dan prestasi yang selama ini telah dikembangkan.” Kami hanya bisa berharap RPP ini dapat bersinergi dengan apa yang sebelumnya telah kami lakukan, jangan berjalan masing-masing antara Kemenristek dan Kemendagri. Karena terus terang, itu akan menyulitkan kami, dan selama ini Kemenristek lah yang banyak membantu kami,” ungkap Sugih Prihatin, Kepala Bidang Ekonomi Pembangunan BPP Sumut.
Ingin memajukan jurnal ilmiah
Selain aktif meneliti, melakukan inovasi, hasil-hasil penelitian juga mereka tuangkan dalam Jurnal Ilmiah mereka bernama jurnal inovasi. Jurnal ini sebenarnya sudah terakreditasi, dan bisa dibilang jurnal di daerah yang sudah maju dibandingkan di berbagai daerah. Hanya saja, semangat memajukan jurnal tersebut tidak ingin puas sampai titik akreditasi saja.
Afifi ingin memajukan jurnal elektronik sesuai dengan peraturan LIPI yang baru, sehingga ada kemungkinan jurnal ini bahkan berkembang menjadi jurnal internasional.” Kami akan semakin menyeleksi naskah yang masuk secara ketat, agar akreditasi kami terjaga dan kualitas jurnal kami tidak menurun. Penulis harus benar-benar menjaga kualitas substansi isi artikelnya. Tidak ada kata“ kemanusiaan”,“ pertemanan” untuk masuk dalam jurnal ini, kalau tulisan tersebut jelek, tidak akan kami muat,” tandas Afifi.
Namun lagi-lagi semangat memajukan produk dari penelitian dan pengembangan itu harus tersendat langkahnya karena berbagai persoalan yang tidak didukung oleh pemerintah pusat.” Nah, itu dia masalahnya. Rencana kami sudah mengarah ke jurnal internasional, namun apa daya belum ada anggarannya. Karena mungkin masih dianggap sebelah mata, dan dirasa tidak begitu penting. Padahal SDM kami banyak yang sudah paham tentang jurnal, tetapi pemerintah pusat tidak memfasilitasi itu,” ungkapnya penuh harap.
Mereka juga berencana, setiap hasil penelitian tidak hanya didesiminasi tetapi juga bisa dimuat di jurnal internasional, yang pada intinya menuangkan beragam hasil penelitiannya tersebut dalam jurnal internasional. Semangat! Semoga BPP Sumut mampu menunjukkan yang terbaik dan membuktikan pada pemerintah pusat.( IFR)
VOLUME 1 NO 5 | DESEMBER 2016 29