LAPORAN KHUSUS
Berawal dari Deklarasi Djuanda
Peringatan Harnus( Hari Nusantara) tidak terlepas dari jasa Ir. H. Djoeanda yang mencetuskan konsep archipelagic states. Ir. H. Djoeanda, yang saat itu selaku Perdana Menteri, dengan berani mengumumkan Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957 kepada dunia. Deklarasi ini menegaskan bahwa Republik Indonesia memunyai kedaulatan penuh terhadap perairan antarpulau.
Perjuangan Djoeanda tidaklah sia-sia. Konsep dasar dari deklarasi itu akhirnya masuk ke dalam United Nations Convention on the Law of the Sea( UNCLOS) 1982 yang mengakui konsep Negara Kepulauan. Hari Nusantara dikukuhkan setiap 13 Desember melalui Keppres No 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara.
Tahun ini, bertempat di Lembata, Nusa Tenggara Timur, perayaan Harnus 2016 menjadi semakin meriah dengan beragam kepulauan dan pesona laut timur. Meskipun sudah menjadi agenda tahunan, puncak Hari Nusantara kali ini tetap sangat strategis, karena diharapkan mampu mendorong kesadaran berbangsa dan bernegara yang berbhineka tunggal ika.
Kementerian Dalam Negeri( Kemendagri) selaku panitia utama tahun ini, menilai momen Hari Nusantara dapat menjadi perekat persatuan rakyat Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
Mendagri menilai, melalui hari bersejarah ini, semangat persatuan Indonesia yang berwawasan Nusantara akan bergelora kembali.” Dengan dilaksanakannya Hari Nusantara di daerah pesisir pantai, maka akan mendorong pembangunan di kawasan laut, baik dari sisi potensi daerahnya, sarana dan prasarananya, serta promosi bagi daerah tersebut sebagai salah satu unggulan destinasi wisata di Indonesia,” ujar Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri
Selain itu, Mendagri menambahkan, energi bangsa dapat disalurkan secara positif untuk membangun kawasan pesisir Indonesia yang dimulai dari daerah-daerah tempat penyelenggaraan Harnus. Hal ini merujuk, pada setiap pelaksanaan Hari Nusantara selalu dipilih lokasi di pinggir pantai sebagai bagian wilayah pesisir Indonesia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan sinergi dari panitia pusat yang merupakan kerja sama antara Kementerian dan Lembaga, lalu panitia Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Lembata.
” Saya mengapresiasi koordinasi antarlembaga pemerintahan dari pusat sampai daerah berjalan dengan baik, sehingga poros pemerintahan yang tegak lurus terbukti efektif sebagai sistem penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia,” tukas Tjahjo
Hari Nusantara sendiri sebenarnya bertujuan untuk mengubah cara pandang( mindset) bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut, yang berarti terdapat keseimbangan antara darat dan laut. Di samping itu, menjadikan bidang kelautan sebagai arus utama( mainstream) pembangunan nasional dan menghasilkan model pembangunan terintegrasi lintas sektor bagi daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal.“ Selain itu, Harnus 2016 ini bertujuan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang mampu mensejahterakan rakyatnya,” urainya.( IFR)
16 VOLUME 1 NO 5 | DESEMBER 2016