7 Pemerintahan Daerah, salah satunya Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Bupati Lembata.
Selain itu, ada juga pemberian penghargaan Penegakan Hukum di Laut dan Putera-puteri Maritim 2016.” Penghargaan ini pantas diberikan kepada mereka yang senantiasa menjaga kelestarian dan keutuhan bangsa Indonesia di daerah-daerah terpencil, agar tidak mudah dirampas oleh bangsa lain,” ungkap Luhut.
Di tengah rintik hujan, empat TNI AL berdiri tegak bersiap menerima lencana yang akan disematkan langsung oleh Luhut. Beberapa penerima penghargaan juga ikut berbaris menyusul 4 TNI AL tersebut. Satu persatu mereka dikalungi piagam penghargaan, kain tenun NTT, sertifikat, dan sejumlah uang tunai.
Atraksi terjun payung dan pameran kapal
Setelah pemberian penghargaan, pembawa acara menyampaikan kembali akan ada atraksi terjung payung dan pameran kapal yang diselenggarakan oleh TNI AL. Ada 4 para peterjun payung yang membawakan beragam bendera. Ada bendera Hari Nusantara, Bendera Merah Putih, Bendera TNI AL, dan Bendera BKKBN( Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional).
Empat peterjun payung itu berhasil mendarat dengan baik, sambil membawa bendera masing-masing. Di hadapan pemandangan indah, perpaduan Pantai Lewoleba, Gunung Aleape, dan jejeran kapal layar, penonton yang menyaksikan ikut bertepuk tangan dan berdecak kagum sambil kepala menengadah ke atas.“ Happy landing,” ucap pembawa acara.
Tidak hanya itu, puluhan kapal besar milik TNI AL bertandang di tepi pantai yang memiliki kedalaman tidak terhingga itu. Diikuti oleh berbagai kapal nelayan, ABK( Anak Buah Kapal) milik TNI AL menyapa dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. Iring-iringan kapal laut itu yang kemudian dibalas dengan lambaian tangan Menteri Dalam Negeri dan Menko Kemaritiman.
Meski di bawah hujan rintik-rintik, dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, dan landasan terjun payung yang licin serta becek. Tidak membuat dua atraksi ini gagal dalam menyemarakkan Hari Nusantara 2016 di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Semua penonton bersorak gembira, melihat dua atraksi memukau itu.
Apa kata Menko Kemaritiman?
Setelah berhasil menunjukkan beragam atraksi tersebut, acara terakhir adalah sambutan dari Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Dalam sambutannya tersebut, Luhut banyak mengapresiasi puncak kemeriahan Harnus 2016 tersebut. Pasalnya ada lebih dari 17.500 pulau yang tersebar di Indonesia, dengan luas tiga kali lipat dari luas daratan yang masih belum bisa terjaga dengan baik.
” Tantangan yang lebih besar dari Indonesia adalah kesatuan beragam suku yang coba dipecah belah oleh paham asing. Terutama dalam mengambil kekayaan biota laut Indonesia. Berawal dari tantangan inilah, kita perlu menyatutangankan apa yang menjadi milik Indonesia, dan Hari Nusantara 2016 ini sudah membuktikan itu semua,” terangnya.
Luhut juga menambahkan, selama ini program perbaikan infrastruktur dan menjaga kelestarian laut sudah banyak dilakukan oleh Kementerian yang menaunginya itu.
” Sekarang pembangunan infrastruktur tidak hanya fokus pada Jawa, tapi juga NTT dan Papua. Pembangunan Trans Sumatera dan Jawa itu suatu pembuktian kerja keras pemerintah bagi kebaikan Indonesia. Pengembangan tol laut di Pulau Sumbawa, menjadi pusat logistik dalam pembangunan pangan. Pemberantasan illegal fishing telah banyak kita lakukan. Selain itu masalah sampah laut terus kami kaji dengan bekerja sama ilmuan dari luar negeri untuk menguranginya,” paparnya.
Menko juga mengapresiasi langkah NTT yang begitu hebat, dengan kemajuan yang terus meningkat. Ia berencana akan membuatkan lapangan terbang yang lebih hebat untuk meningkatkan minat pariwisata di NTT.” Tidak bisa saya bayangkan, NTT begitu hebatnya. Saya apresiasi Pemda dan masyarakat sini atas kemajuan ini, sebagai komitmen pemerintah, silakan kirim putera-puteri terbaik untuk mendapatkan beasiswa dari kami ke dalam maupun luar negeri. Kalau kalian merdeka dari kebodohan, kalian akan semakin maju dari ketertinggalan,” tutupnya.( IFR)
VOLUME 1 NO 5 | DESEMBER 2016 15