Media BPP Desember 2016 Vol 1 No 5 | Page 20

BPP Kemendagri Akan Jalin Kerja Sama dengan UNNES

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri kedatangan tamu dari Universitas Negeri Semarang yang membahas terkait kerja sama inovasi daerah. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam di Aula BPP Kemendagri itu membahas mengenai desa edu wisata yang nantinya dapat menjadi percontohan inovasi desa lain.
Plt. Kepala BPP Kemendagri, Dodi Riyadmadji menyambut positif niat baik tim UNNES dalam menjalin kerja sama bersama BPP.“ Soal desa wisata, saya punya pengalaman di Bali dan Jogja, terdapat banyak penempatan yang menyediakan banyak kamar sekaligus mengajarkan orang menari, membatik, kami sudah bekerja sama dengan Kemenpar. Saya kira itu bisa menjadi contoh, dan menarik karena memperkenalkan kultur Indonesia,” papar Dodi memberi masukan.
Dari UNNES sendiri sebenarnya sudah menciptakan beberapa inovasi di daerah yang langsung dipraktikkan oleh beberapa civitas akademik UNNES. Seperti pengembangan museum konservasi.“ Selain itu, sebenarnya kita sedang mengembangkan museum konservarsi. Mengarah pada visi misi kami, dan sesuai disiplin ilmu Fakultas Sosial. Kita bisa kerjasamakan dengan detail. Sekarang sedang menyiapkan infrastruktur dasarnya,” ungkap Juhaidi, Kepala Laboratorium Geografi UNNES.
Hal itu langsung ditanggapi oleh Kepala Bagian Perencanaan, Mohammad Noval. Ia mengatakan terkait rencana program.“ Sebenarnya orientasi UNNES sudah sejalan dengan tupoksi kita. Kita lebih ke sifatnya perumusan kebijakan dan teknis. Yang ingin saya tanyakan fokus kerja samanya kemana? Apakah bisa menindaklanjuti hasil penelitian yang ada lalu disinergikan untuk tindak lanjut. Saya rasa UNNES juga tidak ingin hasil penelitiannya masuk ke laci perpustakaan, ada hasil tindak lanjut melalui pintu BPP,” saran Noval.
Masukan-masukan dan pendapat itu diterima oleh Plt. Kepala BPP untuk selanjutnya menjadi bahan diskusi kerja sama lebih lanjut.“ Intinya kami menyambut baik rencana kerja sama ini. Apa-apa yang sudah dipaparkan, bisa memberi semangat. Karena memang bekerja di litbang tiada hari tanpa ide, oleh karena itu, hari ini hari yang sangat baik bagi UNNES dan BPP Kemendagri. Kami mengharapkan ada realisasi dari apa yang sudah dibicarakan ini pada 2017 mendatang,” tutup Dodi
Kerja sama berupa praktik kerja
Dalam kesempatan yang sama, Mustofa mengatakan, pihaknya telah banyak mengaplikasikan bentuk Nawacita yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi dalam bentuk praktik langsung.
“ Kami turun ke masyarakat tidak hanya memaparkan teori dalam pemberdayaan masyarakat, tapi langsung praktik. Jadi mau tidak mau mereka harus menjadi desa yang berdaya dan berinovasi dengan kegiatan bersama, mungkin kita bisa melakukan kegiatan dengan lembaga lain, seperti Kemendagri ini agar bisa dikembangkan menjadi desa percontohan,” paparnya.
Beberapa hal yang sudah diciptakan oleh UNNES juga seperti pengembangan museum konservasi dan kapasitas pengembangan resiko bencana.“ Grand design kita sudah sampai desa pintar, pengembangan desa cerdas. SmartVillage. Kapasitas pengembangan risiko bencana. Sudah mengirim beberapa mahasiswa untuk pengembangan pemodelan khususnya yang rawan bencana. Kami mengembangkan sarana prasarana di masyarakat, yang barangkali sejauh ini belum banyak dikenal masyarakat umum. Kira-kira itu sedikit gambaran dari model desa inovasi kami,” papar Mustofa.
Hal itu juga ditanggapi oleh Moh. Ilham A Hamudy dari BPP Kemendagri yang sebelumnya juga pernah bekerja sama secara informal dengan pihak UNNES dalam bidang pengelolaan Jurnal Bina Praja.
Menurut Ilham, kerja sama ini harus menemukan titik konkret terkait smart village, harus ditindaklanjuti dalam pilot project yang bisa diimplementasikan pada penelitian.“ Mungkin kita bisa mengirim peneliti, semacam fellowship, atau kerja sama dalam riset lain. Tiap pusat ada tema yang sudah disediakan, kita bisa riset bareng dengan pola standar minimal. Tema riset desa yang bisa dikerjasamakan, bentuknya seperti pola kerja sama, dan batasan mana yang kami bisa selaras dengan UNNES,” saran Ilham.
Saran Ilham kemudian ditanggapi positif oleh Dodi Riyadmadji. Dia juga berharap pada masa mendatang, masukan tersebut dapat diimplementasikan.“ Pertama, tolong realisasikan apa yang diucapkan Ilham. Kedua, pada intinya saya menyambut baik, kehadiran Bapak Mustafa dkk. Saya berharap nantinya kerja sama ini dapat ditindaklanjuti untuk program 2017 mendatang,” tutup Dodi.( IFR)
VOLUME 1 NO 3 | AGUSTUS 2016 11