AKTIVITAS
PENELITI DITANTANG MENULIS CERITA PERUBAHAN
Riuh diskusi semakin terdengar kala pemateri menyampaikan cara yang paling sederhana ketika menulis cerita perubahan.
Beberapa menit kemudian, para peserta mulai hangat, berdiskusi dengan nyaman, mengkritisi, mengoreksi dan memberikan saran. Berdiri dan memperkenalkan diri, adalah hal awal yang dilakukan masing-masing peserta untuk memulai pelajaran. Tidak terkecuali perwakilan dari BPP Kemendagri yang bertindak sebagai tamu undangan pada siang itu.
Acara itu digagas oleh lembaga donor, Knowledge Sector Inisiative( KSI) bersama SOLIDARITAS dengan tema“ klinik cerita perubahan.” Dalam acara tersebut setiap peserta dibekali cara menulis yang menarik dan popular. Penyelenggara menawarkan kepada mitra-mitra KSI untuk menuliskan Cerita Perubahan( CP). Mereka berharap para peserta nantinya dapat menulis dan mendokumentasikan perubahan yang ada dalam organisasi tempatnya bernaung.
Selain dari BPP Kemendagri yang diwakili oleh Kepala Subag Perpustakaan, Informasi, dan Dokumentasi, Moh. Ilham A Hamudy dan Peneliti BPP Kemendagri Heryandi Roni. Turut hadir juga beberapa perwakilan dari lembagalembaga seperti Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran( FITRA), Program Pascasarjana Ilmu Manajemen( PPIM) UIN Jakarta, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia( AIPI), Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia( DIPI), Center for Innovation Policy and Governance( CIPG), dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat( ELSAM).
Materi disampaikan oleh Mark
Fiorello dari SOLIDARITAS. Mark adalah spesialis pengembangan desain evaluasi, manajemen data dan manajemen sistem, dan juga menjabat sebagai Direktur SOLIDARITAS. Selain Mark, materi disampaikan oleh peneliti dan spesial komunikasi SOLIDARITAS Dwi Joko Widiyanto.
Menurut Mark Fiorello, tujuan diadakannya“ klinik” tersebut, untuk memberikan kesempatan bagi mitra-mitra yang ingin menulis CP. Peserta juga diberikan sarana untuk melakukan konsultasi mengenai pendekatan dalam mengembangkan tulisan yang sesuai dengan tema yang dicari KSI.
“ Dari acara ini setiap peserta nantinya memiliki outline CP yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu narasi CP sepanjang 500- 1500 kata,” kata Mark.
Sepanjang acara, peserta dibimbing secara intens. Para peserta tidak segan untuk bertanya dan para penyelenggara juga tidak segan untuk membantu. Peserta juga diberikan kesempatan untuk menganalisis beberapa contoh cerita perubahan
orang lain. Dan kemudian didiskusikan |
kelemahan |
dan |
kelebihan |
CP |
tersebut. |
|
|
|
Pemateri juga mengajarkan cara membuat lead tulisan yang baik. Menurut Dwi Joko, sebuah lead tulisan harus sangat tajam menyampaikan topik utama dan membuat penasaran.“ Lead harus ibarat anak panah yang akan menembus ke hati pembaca. Lead juga sebagai faktor utama yang akan membuat pembaca suka,” ucap Dwi, ketika menyampaikan materi, di Gedung KSI, yang berlokasi di Ratu Plaza, Jalan Jendral Soedirman Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Dwi, sebuah tulisan harus membuat pembaca belum tahu menjadi tahu, dan tidak membuat bingung pembaca yang sudah tahu. Hingga sore hari, acara berjalan sangat kondusif karena peserta dibatasi hanya 14 orang.
Rencana tulisan dari setiap peserta akan dibukukan terkumpul akan diterbitkan dalam sebuah buku. Selain itu, penyelenggara memberikan batas waktu kepada para peserta selama satu bulan, hingga 16 September tahun ini.( msr)
VOLUME 1 NO 3 | AGUSTUS 2016 29