MAJALAH KOMUNITA SEPTEMBER 2013 | Page 34

rubrik utama
" Esensi dari perguruan tinggi adalah selain mencetak individu yang memiliki ilmu juga harus dapat melahirkan individu-individu yang dapat menerapkan, mengembangkan ilmu yang didapatkannya sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat atau menjadi kata hati umat manusia, kata hati bangsa dan bahkan kata hati kehidupan "
18 komunita 8 | September 2013

rubrik utama

Lulusan Harus Menjadi

KATA HATI MANUSIA, BANGSA & KEHIDUPAN

Sejenak Bersama Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M. Pd.- Rektor UPI
Hari, Kamis di bulan 19 September 2013, pukul 08.00 WIB tepat kami tiba di Gedung Isola- Kantor Rektor UPI. Gedung peninggalan Belanda merupakan bangunan heritage yang berdiri strategis di ketinggian jl. Setiabudi. Di ruang tamu yang sederhana kami menunggu Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M. Pd. untuk sebuah wawancara terkait soft skill dan perguruan tinggi. Berikut cuplikan wawancara dengan beliau.
Komunita( K-Lee): Apa esensi dari perguruan tinggi dalam menjalankan fungsi tridarmanya.
Prof. Sunaryo( S): Esensi dari perguruan tinggi adalah selain mencetak individu yang memiliki ilmu juga harus dapat melahirkan individu-individu yang dapat menerapkan, mengembangkan ilmu yang didapatkannya sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat atau menjadi kata hati umat manusia, kata hati bangsa dan bahkan kata hati kehidupan. Inilah dimensi utuh yang harus dipersiapkan perguruan tinggi yang tentunya berpengaruh pada proses pembelajaran, kurikulum dan iklim pembelajaran. Setiap perguruan tinggi memiliki dan mengembangkan otonomi masing-masing yang tentunya sebuah kecakapan. Melalui otonomi ini perguruan tinggi membuat pilihan dan mempertanggungjawabkan akan hasil dari pilihannya dalam memilih alternatif-alternatif untuk melahirkan para sarjana yang terbaik sehingga berpengaruh sangat signifikan terhadap kurikulum, iklim pembelajaran yang diciptakan dan dibangun.

" Esensi dari perguruan tinggi adalah selain mencetak individu yang memiliki ilmu juga harus dapat melahirkan individu-individu yang dapat menerapkan, mengembangkan ilmu yang didapatkannya sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat atau menjadi kata hati umat manusia, kata hati bangsa dan bahkan kata hati kehidupan "

hadap lulusan. Dunia kerja menghendaki lulusan dengan kemampuan teknis dan non teknis, perguruan tinggi tidak demikian. Hampir kebanyakan lulusan kurang memiliki atau masih belum memiliki sisi non teknis( soft skill) yang mumpuni. Padahal dunia kerja sebagai dunia yang sangat dinamis memerlukan karyawan dengan kemampuan tersebut.
S: Fenomena gap tidak dapat dipungkiri, sebab dunia kerja sangat dinamis. Karena itu, paradigma proses pendidikan di perguruan tinggi harus mulai dirubah sehingga para mahasiswa harus diberikan soft skill sebagai penunjang dalam percepatan kinerja dan karir saat memasuki dunia kerja atau di masyarakat. Intinya adalah para lulusan-lulusan perguruan tinggi harus dibekali ilmu survival dalam menghadapi dunia kerja yang bergerak sangat cepat. Soft skill yang meliputi kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi dan berfikir kreatif wajib dimiliki para lulusan perguruan tinggi. Harap diingat juga bahwa soft skill bukanlah ilmu yang dapat dipelajari dalam waktu singkat di perguruan tinggi, tetapi merupakan lifelong process yang memerlukan waktu lama dan ditempa melalui berbagai dinamika kehidupan dengan kemampuan fleksibilitas dan adaptasi yang tinggi. Jadi perguruan tinggi bukan satu-satunya yang dapat menuntaskannya. Yang paling utama adalah perguruan tinggi maupun sekolah di jenjang sebelumnya wajib menciptakan manusia yang siap belajar sepanjang hayat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan-lulusan yang handal dalam menghadapi tekanan berat dalam dunia kerja atau masyarakat adalah dengan memperkenalkan sedini mungkin terhadap mahasiswa tentang apa yang akan dihadapinya di masa yang akan datang. UPI tahun ini meluncurkan program yang dinamakan early exposure, mahasiswa diterjunkan ke masyarakat sebagai bagian dari training awal. Kemudahan fasilitas saat ini juga seharusnya dijadikan sebagai penunjang untuk mempermudah dalam proses belajar bagi para mahasiswa untuk belajar lebih keras dan berusaha lebih banyak. Bagi mahasiswa janganlah hidup ini jadi kemanjaan, tapi justru harus berpikir keras, bekerja keras. Lebih jauh tentu nilai tersebut seharusnya ditanamkan kepada mahasiswa baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
K-Lee: Bagaimana penerapan konten soft skill di UPI dari sisi perencanaan, pelaksanaan?
S: Penerapan soft skill di UPI, memperhatikan tiga hal. 1). UPI merupakan pencetak tenaga pengajar yang sangat fundamental bagi kehidupan bangsa dan negara yaitu membangun bangsa yang berpendidikan dan cerdas, memiliki ilmu yang tinggi. Pemahaman

18 komunita 8 | September 2013