\ RESENSI FILM \
The Act ofSejarah 1965 Killing Sepotong Rekonstruksi oleh Pelaku
Oleh : Bela Jannahti
A
DALAH Anwar Congo, tokoh utama dalam film besutan Joshua Oppenheimer dari Amerika Serikat ini. Anwar tidak berakting, melainkan melakukan reka ulang atas perbuatannya sendiri saat 1965 silam.
Jagal, atau The Act of Killing, adalah sebuah film dokumenter yang mengambil objek pembantai-pembantai orang komunis atau yang tertuduh komunis pada tahun 1965 di Sumatra Utara. Mereka –para pembantai ini– adalah orang-orang terpilih yang mendapat “amanah” dari negara untuk menumpas segala sesuatu tentang komunis pada saat itu. Anwar Congo sendiri awalnya adalah seorang preman bioskop. Pekerjaannya mencatut karcis bioskop. Dari situlah ia hidup. Saat PKI gencar menuntut embargo film-film Amerika, Anwar dan kawan-kawan merasa terusik sumber penghidupannya, karena bioskop menjadi sepi. Itulah sebagian pemicu semangatnya untuk memberantas PKI. Tak lama setelah PKI dibubarkan, Anwar dan kawan-kawan direkrut oleh Tentara Negara Indonesia (TNI) untuk bergabung dalam Pemuda Pancasila (PP). Tugasnya: memberantas segala sesuatu yang berbau komunis di Indonesia, terutama di Medan dan sekitarnya. Anwar dan kawan-kawannya mengaku telah membunuh ratusan orang dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Pada awal film, Anwar mengatakan ia membunuh dengan senang hati, tanpa tekanan, tanpa penyesalan, terkesan bangga.
74
majalah dimensi | edisi 49