dengan bersih.” Lestari menatapku dengan senyum indahnya.
“ Iya. Kamu mau langsung pulang ke rumah kan ini? Ku anter nyampe halaman rumah ya?”
“ Nggak usah mas. Nggak enak sama tetangga. Ini udah malem juga mas.
“ Dik, sebenarnya ada yang mau aku bicarakan ke kamu.”“ Menyangkut apa, mas?”“ Tentang hubungan kita.”“ Kamu mau melamarku, mas? Tapi aku...”
89