Arghh … otakku terus bekerja akan
kebimbangan ini. Iya … tidak … tidak …
iya … iya … tidak …tidak … iya …
Hingga
pernah
akhirnya,
aku
menimbang-nimbang
menyesal
hal
konyol
tersebut. Tiba-tiba, lamunanku tentang
masa-masa
itu
buyar
seketika
aku
merasakan air yang terasa sedikit hangat
mengalir di pipi yang mulai keriput. Aku
meneteskan air mata. Rasa lapar terasa
hingga ulu hati. Sakit sekali.
58