membuatku
kehadiran
khawatir
Lestari
sejak
dalam
lama
akan
kehidupanku.
Tapi aku tidak menghiraukannya. Yang
aku tau, dia perempuan yang sangat
baik, sederhana, dan cerdas.
Seusai makan, aku dan Lestari tidak
sempat mengobrol panjang.
“Nanti
kita
antar
pulang
ya,
dik…?” tanyaku pada Lestari yang duduk
di meja makan paling pojok.
“Bisa pulang sendiri kan?” tanya
ibuku
37