Laku Lampah Desember. 2016 | Page 44

membuatku kehadiran khawatir Lestari sejak dalam lama akan kehidupanku. Tapi aku tidak menghiraukannya. Yang aku tau, dia perempuan yang sangat baik, sederhana, dan cerdas. Seusai makan, aku dan Lestari tidak sempat mengobrol panjang. “Nanti kita antar pulang ya, dik…?” tanyaku pada Lestari yang duduk di meja makan paling pojok. “Bisa pulang sendiri kan?” tanya ibuku 37