aku
duduk-duduk
di
depan
kelas
menunggu jam pertama di mulai sambil
membaca koran. Namun, kali ini, aku
harus berhadapan langsung dengan tokoh
yang dulu terlihat gagah dan tampan.
Meskipun
namun
kini
rambut
tak
dan
banyak
fisiknya
berubah,
sudah
memberi tanda penuaannya.
"Bagaimana, siap?" Bapak penghulu
yang berada di samping calon mertuaku
itu bertanya dengan halus.
"Siap, Pak." jawabku tegas namun
pelan.
94