K&G Magazine September 2016 | Page 14

DI RUTE TANJAKAN

Tanjakan itu Neraka dan Turunan itu Surga

Bersepeda adalah aktivitas yang sangat menyenangkan, karena selain sehat kita juga dapat menikmati pemandangan yang

ada disekitar kita, itulah sebabnya mengapa saat ini aktivitas bersepeda menjadi populer dan di gemari banyak orang. Rute dan trek yang ditempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan goweser, akan tetapi rute menanjak atau jalan tanjakan yang menyebabkan goweser bikin pusing, lemas dan menghabiskan tenaga. Sehingga muncul istilah “Tanjakan itu neraka dan turunan itu bonus atau surga”.

Untuk menaklukan rute tanjakan dan terhindar dari resiko cidera, goweser harus memahami tips & trik untuk menaklukan tanjakan. Berikut tip dan triks menaklukan tanjakan yang penulis dapat dari berbagai sumber, cekidot..!

1.Menyesuaikan shifting

(pemindahan gigi transmisi)

Sebelum menghadapi jalur tanjakan, goweser harus mengambil ancang-ancang kecepatan pada jalanan datar, kemudian pindahkan gir atau gigi pada rasio ringan dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan.

2. Menyesuaikan suspensi

Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan goweser agar tidak bekerja naik – turun, sehingga kayuhan pedal menjadi kuat dan tenaga goweser tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun. Suspensi yang static membuat energi ketika goweser mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank. Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya goweser tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada rute tanjakan. Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.

3. Menyesuaikan Posisi ketinggian

Seatpost dan Sadel (sadle)

Pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usahakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider, yaitu dengan mengkondisikan posisi kaki haruslah hampir lurus ketika goweser naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).

Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga goweser ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.

4. Goweser diharapkan

mencondongkan badan agak ke

depan

Posisi ini akan memberikan kekuatan kaki saat mengayuh pedal dan berguna agar menghindari jumping saat menanjak.

5. Ambil Rute Zig-Zag

Jika jalur satu arah atau jalur dalam kondisi sepi, goweser dapat berjalan menanjak dengan mengambil rute secara zig zag guna mengurangi gaya gravitasi bumi agar beban menanjak akan terasa lebih ringan.

6. Semangat & Doa

Goweser harus bersemangat dan mempunyai keyakinan yang kuat untuk dapat menaklukan rute tanjakan.

Sekian tips dan track untuk menaklukkan tanjakan dari penulis yang di dapat dari berbagai sumber, dengan membaca dan memahami serta mengaplikasikan tekhnik-tekhnik diatas saat bersepeda, penulis berharap goweser pemula yang baru saja terjun di dunia persepedahan bisa enjoy menikmati aktivitas bersepeda tanpa harus kehilangan momen yang paling menyenangkan saat bersepeda, yaitu "Menaiki Tanjakan". Menaklukkan tanjakan mengajari penulis tentang perjuangan dan arti sebuah proses.

Dwi Haryanto

hary_dwi@yahoo.com

B

14

TRACK & TRIK

bersepeda