Indonesian Lantern May-June 2014/2nd Edition | Page 8

Indonesian Lantern Magazine − 8 Indonesian Lantern Magazine− 9 Cell Phone D ana sebanyak $ 6 ribu lebih, vetarisasi Pendeta Kilat Buana tak menunjukkan tanda-tanda Lembong. Termasuk telepon mencurigakan. Hanya obrolan genggam Moeljadi yang berisi Kisah Hidup Andreas Moeljadi MoelJadi ringan dengan teman-temannya. daftar nama teman dan keluarganya. Sederetan pesan SMS terakhir yang diterima korban, korban tak didapati tanda-tanda oleh Gilbert Funeral Home. kekerasan. ‘’Korban mengalami yang berhasil dikumpulkan patah tulang di bagian wajah, Tak seorang pun tahu mengapa Moeljadi kaki dan badan karena jatuh dari bagi Andreas Moeljadi, telah dikirim- harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh tempat ketinggian,’’ jelas Rob kan ke keluarganya di Surabaya. Jasad diri di usia 45 tahun. Lelaki berbadan Orion ahli forensik meyakinkan. Moeljadi, korban bunuh diri di Phila- tegap dan pendiam itu seperti menyim- delphia, juga telah dikremasi di sebuah pan misteri. Sebab di hari naas Jumat pagi rumah kremasi di luar Philadelphia (18/4/2014), Moeljadi masih menonton masyarakat Indonesia di AS foto di paspornya,’’ tutur Kilat Tempat parkir Latimer Garage Lembong. Alamat korban di pa- ternyata dipilih Moeljadi karena film seri sendirian. ‘’Nggak kerja?’’ tanya spor dan KTP diteliti, dan Benny setahun lalu seorang wanita Kiat Liong pemilik rumah tempatnya Siahaan dari KJRI mengontak warga Amerika pernah berhasil indekos. ‘’Masuk malam kok,’’ kata Moeljadi alamat tersebut, dibantu Romo melakukan upaya bunuh diri yang biasa dipanggil Fritz. Ternyata saat Parno, mantan pemimpin Katolik dengan melompat dari lantai 4. itu merupakan hari terakhir Kiat Liong di Philadelphia mencari keluarga Persis seperti dilakukan Moeljadi bertemu korban. korban. Dan akhirnya keluarga alias Andre atau Fritz. Seluruh Moeljadi pun berhasil dihubungi. pakaian dan benda peninggalan Gedung parkir Latimer Garage Sebab sekitar pukul 19.22 waktu setem- Pdt Kilat Buana Lembong korban yang masih tersimpan pat, seorang saksi mata melihat Moeljadi Dari pemeriksaan otopsi di tubuh dalam kamarnya, telah diin- naik tangga ke lantai 4 gedung parkir Latimer Garage di Latimer Street, Philadelphia. Tak lama kemudian Abdul Tandia, juru parkir di depan gedung itu mendengar tubuh terjerembab jatuh di tengah jalan, disaksikan belasan pengunjung café Starbuck yang tengah menikmati sore yang hangat. ‘’Detektif Schumacker dari Gilbert H. Schobert kepolisian setempat yang menangani kasus ini membawanya ke Hahneman University Hospital,’’ tutur Benny Siahaan, Kepala Bidang Konsuler, Penerangan dan Budaya, Konsulat Jenderal RI di New York. Gedung parkir Latimer Garage Setelah diusut David, manajer ‘7 Eleven’ tempat korban bekerja, barulah identitas Moeljadi terkuak. Ahad usai perayaan Paskah, Kiat Liong, diantar Pendeta Kilat Buana Lembong dari Gereja Kristen Mennonite Indonesia, mengenali mayat korban bunuh diri yang ternyata adalah Moeljadi, berusia 45 tahun. ‘’Wajah korban masih bisa dikenali, dan persis seperti Lokasi ditemukannya tubuh Moeljadi 7 Eleven tempat kerja Moeljadi