J. E. N. I.
Petunjuk Penulisan Program:
Sekali lagi, coding convention juga mengatur penggunaan finally seperti halnya pada blok catch. Penggunaan finally dimulai setelah kurung kurawal penutup blok catch terkait. Penulisan dalam blok tersebut juga mengalami identasi.
Blok finally mengandung kode penanganan setelah penggunaan try dan catch. Blok kode ini selalu tereksekusi walaupun sebuah exception terjadi atau tidak pada blok try. Blok kode tersebut juga akan menghasilkan nilai true meskipun return, continue ataupun break tereksekusi. Terdapat 4 kemungkinan skenario yang berbeda dalam blok try-catch-finally. Pertama, pemaksaan keluar program terjadi bila control program dipaksa untuk melewati blok try menggunakan return, continue ataupun break. Kedua, sebuah penyelesaian normal terjadi jika try-catch-finally tereksekusi secara normal tanpa terjadi error apapun. Ketiga, kode program memiliki spesifikasi tersendiri dalam blok catch terhadap exception yang terjadi. Yang terakhir, kebalikan skenario ketiga. Dalam hal ini, exception yang terjadi tidak terdefinisikan pada blok catch manapun. Contoh dari skenario – skenario tersebut terlihat pada kode berikut ini: class FinallyDemo { static void myMethod( int n) throws Exception { try { switch( n) { case 1: System. out. println(" case pertama "); return; case 3: System. out. println(" case ketiga "); throw new RuntimeException(" demo case ketiga "); case 4: System. out. println(" case keempat "); throw new Exception(" demo case keempat "); case 2: System. out. println(" case Kedua ");
}
} catch( RuntimeException e) { System. out. print(" RuntimeException terjadi: "); System. out. println( e. getMessage());
} finally { System. out. println(" try-block entered.");
}
} public static void main( String args []){ for( int i = 1; i <= 4; i ++) { try { FinallyDemo. myMethod( i);
} catch( Exception e){ System. out. print(" Exception terjadi: "); System. out. println( e. getMessage());
} System. out. println();
}
}
}
Pengenalan Pemrograman 2 6